dua telinga satu mulut

pernah bepikir kenapa kita diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut??

yup, ternyata karena kemampuan kita berbicara lebih banyak dibanding kemampuan kita mendengar. hal ini juga yang sempet membangkitkan semangatku ketika tiba2 gak PD abis jadi ****** di ******

tadi sore, ketemuan ma temen. tiba2 aku mengeluh sama dia ‘duh, aku gak pede neh jadi ***** aku kan kan pinter ngomong , trus nggak pinter ngatur gitu… opo aku mundur wae yo?’ temenku cuman ktawa dan sambil ngrangkul aku dia bilang ‘afi..afi….kamu tau gak to yang bikin aku semangat tu karna selalu ngliat kamu (–kayaknya yang ini dy boong deh–). oke emang seeh, temen2 kita yang lain lebih pinter ngomong, banyak ide ..bla..bla…tapi kalo semua ngomong sapa yang mo ndengerin? makanya kita butuh orang2 yang mendengarkan dan bisa menyimpulkan omongan2 kita. ya..person like you-lah….’

Oo…halow…aku seperti tersadar. iya, ya, Allah gak mungkin menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut kalo gak ada maksud dibaliknya. emang wajarnya manusia kalo lebih suka berbicara ketimbang mendengar. lagian pada dasarnya manusia ingin diperhatikan. tapi, sekali lagi, kalo semua pengen di perhatikan, trus yang merhatiin sapa??

itu juga kayaknya yang jadi sebab banyaknya kekacauan di negeri yang katanya manusianya ‘ramah2’ ini. semua orang pengennya didenger, tapi gak ada yang mau denger. demo dimana2, orasi segala macem, tapi para penguasa2 itu juga pengennya ucapannya di patuhi. jadi ya….everyone speak up!! tapi gak ada yang mau ndengerin….makanya banyak orang gak beres…lama2 orang2 itu ngomong sama pohon, sama burung, sama benda2 yang dianggap nggak banyak ngomel alias siap mendengar apa yang kita bilang. 

so, aku  besyukur gak gitu pinter ngomong, tapi tetep belajar bisa jadi seorang yang ‘pinter nyonting’

jadi….buat para ‘pendiam-pendiam’ aku tau banyak hal di pikiran kalian yang ingin diungkapkan, tapi kemampuan mendengar dengan empati, jauh lebih bermanfaat buat orang lain ^-^

5 thoughts on “dua telinga satu mulut

  1. “pinter nyonting” “pendiem-pendiem”
    ntar dimarahi orang bijak lho fie…
    kata dia kan “diam itu emas”
    mas pram juga bilang gitu
    masa’ tidur bersuara?
    njijiki…ngisin-ngisini..
    emange afie…kalo tata emang pendiem

  2. ::ta2
    gak papa juga dimarahin orang bijak, malah aku pengen ketemu. kata siapa diam itu emas??? (—-kata orang bijak lah.,…..piye seeh afie ki???—) ya..ada saatnya kita diam ada saatnya nggak…
    mas pram?? oo mas pram yang aneh itu…gak takut…..:p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s