Free Hugs, Manusia Perahu dan pak Walikota (Part 2)

mo nglunasin utang neeh….heheheh….:p

lanjut…ceritanya oprah. Klo yang udah baca part-1 sebelum ini, bisa langsung baca…

bintang tamu kedua waktu itu adalah seorang wanita keturunan India (asli India..) yang ceritanya cukup membuat hiks..hiks…meskipun tidak sesedih ceritanya aya-can di 1Litre of tears.

sebut saja wanita itu…sapa ya? indi aja lah (dari kata india –> jayus…:p) dari kecil hidup di keluarga miskin di India. hingga suatu hari datang seorang barat menawarkan dirinya untuk mengasuh si Indi kecil. si bule menawarkan untuk mengasuh, menyekolahkan dan memberinya tempat tinggal kelak. Namanya juga lagi kesusahan, dengan sedikit berat hati ibu-nya si Indi mengiyakan tawaran si bule tadi. beragkatlah Indi kecil yang saat itu berumur 7 tahun bersama ibu barunya-menurut pemikirannya waktu itu. tapi, kayak di sinetron2 indonesia sekarang, bukanya diasuh, Indi justru dijadikan buruh di sebuah pabrik+ pembantu di rumah si bule tadi. siksaan demi siksaan dialaminya hingga berumur 8 tahun. udah nggak karuan banget wujud dan rupanya kala itu (waktu di Oprah diliatin fotonya waktu dia berumur 8 tahun, seluruh tubuh biru2+ luka lebam). saking tersiksanya, indi kecil enggan bertemu orang baru (terutama orang bule) dan lebih sering menutup mata. Indi yang periang berubah menjadi seorang rendah diri yang waktu itu mungkin memilih untuk mati ketimbang mengahdapi derita hidup yang berkepanjangan….(haalaah..)

karena sudah teramat sangat tidak tahan, puncaknya indie kecil melarikan diri. entah bagaimana ceritanya, si Indie berhasil bertemu seorang eksportir anak2 ke amerika secara ilegal. dibawalah dia ke bumi amerika. untungnya, ada seorang nenek yang dengan berbesar hati mau merawat indie kecil yang saat itu jauh dari kesan anak sehat dan periang. hari demi hari akhirnya indie kecil menjadi seorang yang mandiri. rendah dirinya berubah menjadi percaya diri yang tinggi.

di belahan dunia lain.. seorang anak laki-laki vietnam ketakutan ketika dia mulai menapakan kakinya d isebuah kapal besar dengan tujuan amerika. ya, anak kecil itu (kita ebut saja viet aja kali ya…) terpaksa dibuang oleh sang bapak karena kekalan perang di vietnam kala itu. seluruh anak laki2 wajib ikut wajib militer dan biasanya seluruhnya aka berkahir kepada kematian. khawatir sang anak mengalami nasib yang buruk, sang bapak memaksa viet untuk naik kapal keluar dari vietnam, pokonya keluar dari vietnam.

berkumpul dengan orang2 barat + sangat tidak bisa berbahasa inggris, membuat viet amat ketakutan, terlebih lagi di sendiri-ri-ri-ri. bayangpun. di tengah perjalanan, ternyata kapal itu diserang perompak. penumpang panik ditambah lagi kapal mulai terbakar. viet kecil yang kala itu berumur 8 tahun nekat menceburkan diri ke laut dan terdampar di indonesia (mendengar nama indonesia di sebut di Oprah kok rasanya aneh ya…???heheh). selama beberapa hari, viet kecil hidup di gua di pulau sumatra. makanya dedaunan dan buah2an. bahkan viet kecil mulai berteman dengan para monyet2 di sana.

hingga suatu hari seorang indonesia menemukannya dan membawa viet ke peampungan sementara manusia perahu. akhirnya denga bantuan seorang donatur, viet kecil di terbangkan ke amerika dan diasuh oleh seoran keluarga disana.

bertahun-tahun kemudian, Indi bertemu dengan viet melalui blind-date. ya….seperti cerita2 bahagia lainya mereka akhirnya jatuh cinta dan menikah. happily ever after.

saat ini mereka dikaruniai 4 orang anak. mereka juga mendirikan suatu yayasan sosial yang rutin mengirim bantuan ke afrika dan india. mereka ingin, anak2 di belahan bumi manapun tidak mengalami pengalaman masa kecil yang tragis seperti mereka….

so sweet……..

One thought on “Free Hugs, Manusia Perahu dan pak Walikota (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s