Nabi Khidir dan Nabi Musa

beberapa minggu yang lalu, entah knapa tiba2 HP saya berdering, kali ini seorang kakak kelas di kampus yang super aneh nelpon. “wah, gak biasanya..” langsung tak angkat dan…
“hoi fi, aku meh takon ki..”. walah ternyata dedengkot di Ilkomp alias kakak kelas yang super senior di kampus.

“ngopoe mas mbengi2 telpon…?? rung turu po??” tanyaku sambil terkantuk2….

“yo huronglah, nek uwis aku yo ra iso telpon!! gini fie aku penasaran sama ayat yang menerangkan soal nabi khidir dan nabi musa itu lho…” tanyanya bersemangat….seolah-olah kita lagi di forum diskusi, berhadapan dibatasi meja dan beliau berapi2 bertanya sambil mengepalkan tangan, sementara saya dengan manieznya terkantuk2 sambil ngiler, wuehehehehhe :p

” ooo….soal nabi musa yang diutus untuk berguru sama nabi khidir??”

“iyo…aku penasaran, itu kan ceritanya yang menemui tiga kejadian yang salah satunya nabi Khidir membunuh seorang anak, ketika ditanya kenapa membunuh anak kecil, beliau menjawab : karena nantinya anak ini akan durhaka pada orang tuanya..pokoknya intinya kayak gitu kan fi?? nah yang aku mo tanya, berarti manusia itu udah ditetapkan apakah nanti jadi manusia buruk atau baik, trus knapa kita susah2 berusaha kalo misalnya kita ditakdirkan buruk, ngapain kita susah2 berusaha jadi orang baik?? ini kan gak adil namanya??? trus sebenarnya kedudukan ayat itu apa?? penasaran aku fie…”

hmm…pertanyaan yang bertubi2 itu membuat kepalaku sedekit pening. entah karna terlalu ngantuk karna terlalu malam, atau karna benar2 pertanyaannya….entahlah…:p

aku jawab sebisaku dengan beberapa referensi yang aku ingat, sebiasa mungkin aku jelaskan sejelas2nya. tapi ternyata kakak kelasku itu terlalu kritis, tiap kujawab muncul pertanyaan baru lagi, aku jadi pusing…..

tapi yang pasti aku sempat menanyakan hal itu sama bapak, seorang guru sekaligus kamus arab dan hadits berjalanku..hehehe…piss…bapakku😀 dan untuk memenuhi rasa penasaran sang kakak kelasku itu kutulis aja disini,…so..silahkan simak baik2…semoga ada manfaatnya…

mungkin sudah banyak yang tahu juga seeh..kalo ayat yang menceritakan tentang perjalanan nabi musa dan nabi khidir itu memberi hikmah ke kita supaya jangan jadi orang sombong. kalo ambil di wikipedia seeh, diceritakan lumayan lengkap tentang nabi khidir dan nabi musa, 2 paragraf terakhir dari kisah itu kurang lebih seperti ini :

Dari kisah Nabi Khidir ini kita dapat mengambil pelajaran penting. Diantaranya adalah Ilmu merupakan karunia Allah SWT, tidak ada seorang manusia pun yang boleh mengklaim bahwa dirinya lebih berilmu dibanding yang lainnya. Hal ini dikarenakan ada ilmu yang merupakan anugrah dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang tanpa harus mempelajarinya (Ilmu Ladunni, yaitu ilmu yang dikhususkan bagi hamba-hamba Allah yang shalih dan terpilih)

Hikmah yang kedua adalah kita perlu bersabar dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan kebijaksanaan dari setiap peristiwa yang dialami. Hikmah ketiga adalah setiap murid harus memelihara adab dengan gurunya. Setiap murid harus bersedia mendengar penjelasan seorang guru dari awal hingga akhir sebelum nantinya dapat bertindak diluar perintah dari guru. Kisah Nabi Khidir ini juga menunjukan bahwa Islam memberikan kedudukan yang sangat istimewa kepada guru.

sedangkan kedudukan ayat ini sendiri merupakan ayatyang menceritakan kisah2 nabi. trus masalah yang kita sudah ditetapkan jadi orang baik atau buruk……sepanjang obrolanku dengan bapak, aku bisa ngambil kesimpulan seperti ini :

Takdir itu kan ada dua macam, Qada` dan Qadar kan. nah, memang ada beberapa hal yang gak bisa kita rubah atas takdir yang terjadi, misal jenis kelamin. itu sudah takdir, dan manusia gak punya hak untuk cawe2 masalah itu. nah, soal apakah nanti manusia jadi baik atau nggak, memang sudah ditetapkan oleh Allah. trus ngapain kita susah2 berusaha jadi orang baik?? nah, as we know….tugas manusia di bumi ini jelas! beribadah kepada Allah dan menjaga bumi sebaik2nya. beribadah itu termasuk bertakwa, dalam artian atau cara gampangane, tugas manusia itu hanya ‘gimana caranya’ berusaha menjadi manusia sebaik mungkin. berusaha jadi manusia yang patuh pada Allah, dan menjadikan Al Quran dan SUnnah sebagai pedoman. dah itu aja. masalah nantinya jadi manusia baik atau buruk, itu urusan Allah, itu rahasia Allah. so, kita gak usah pusing2 mikirin …”wah..ntar aku jadi orang baik atau buruk ya….. ” ibarat kita ujian, gak perlu pusing mikirin ntar dapat A atau malah E. yang penting kerjakan sebisa kita…..hasilnya..toh nanti kita juga tahu….:p

8 thoughts on “Nabi Khidir dan Nabi Musa

  1. Halo, numpang petromax dulu ya!
    Fie..sejak kapan jadi Daiyah?😀 ehmmm…
    Kisah Nabi Musa dan Khidir, jadi inget surat Alkahfi ayat 67-82. Sekedar menambahkan ya Fie.
    Apa yg terjadi pada Nabi Musa Dan Khidir adalah salah satu contoh mengenai ketidakmengertian dan ketidakpahaman seorang awam terhadap perilaku, tindakan dan kebijakan yang biasa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mempunyai tingkat dan derajat yang tinggi disisi Allah SWT.
    Dari sebab musabab kisah tersebut tentu ada poin yang ingin di tunjukkan oleh Allah.
    Bagi orang awam tindakan Khidir membunuh anak tersebut adalah dosa besar. Tapi disini yg perlu kita lihat adalah rahasia dan hakekat dibalik perbuatan itu. Sejak awal Khidir telah mengetahui bahwa anak tersebut akan menjerumuskan orang tuanya dan karena itulah Nabi Khidir membunuhnya. Sebab mudharat lebih besar akan terjadi jika anak itu tetap hidup.

    Dari sini akan terlihat pertentangan yang sampe sekarang diperdebatkan orang. Yaitu antara Ilmu Fiqh Dan Tasawuf. Dalam Ilmu Fiqh membunuh orang itu jelas dosa besar. Karena Fiqh menghukum sesuatu berdasar dhohirnya saja, berbeda dg tasawuf.

    Jika yang dilakukan itu salah, mengapa Allah juga memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, yaitu Ismail meskipun itu hanyalah sekedar suatu isyarat untuk menguji keimanan nabi Ibrahim saja.

    Yang jelas itu semua awalnya memang tidak masuk akal. Tapi selalu ada jawabannya dan Musa juga mengakui bahwa dia masih awam ttg hal itu. Bagi kita orang awam sama sulitnya untuk memahami kejadian tersebut. Apa yg salah dimata kita belum tentu salah dimata Allah.

    Berkaitan dengan takdir?? (ini cukup rawan Fie..?)
    Banyak yg memahami bahwa yg namanya takdir itu nasib. Segala sesuatu yg terjadi pada hidup kita sudah tercantum dalam buku kehidupan kita. Seolah2 kehidupan ini benar sandiwara. Sama seperti yg dipahami oleh kaum Jabbariah. Hidup itu keterpaksaan…bla…bla…

    Apakah seperti itu? Jadi buat apa hidup klo cuma jadi robot! Up to them lah!😀

    Pendapat gue sederhana aja, “hidup itu adalah plihan” dan begitu juga dengan takdir. Gampangnya seperti ini, aku baca artikel kamu dan aku punya pilihan untuk mengisi komen ini atau tidak. Mana yg kupilih? Itulah takdir.
    Takdir selalu beriringan mengikuti kemanapun keputusan yg kita ambil. Jadi bukan cuma satu!
    Allah selalu memberikan kita pilihan untuk memutuskan akan bagimana kita, seperti apa, dst. Allah maksa nggak? Tidak kan!
    “Innallaha La Yughayyiru Maa Biqoumin Hatta Yughayyiru Maa Bi Anfusihim!”
    Inilah yg dimaksud dg takdir itu.

    kematian adalah salah satu takdir yg memang akan terjadi. Untuk yg satu ini tidak bisa dirubah. Pertanyaannya, seberapa cepat? Kamu duluan saya belakangan atau saya belakangan kamu duluan?:mrgreen:

    @ Afie: ” ibarat kita ujian, gak perlu pusing mikirin ntar dapat A atau malah E. yang penting kerjakan sebisa kita…..hasilnya..toh nanti kita juga tahu…. :p

    Saya setuju dg pendapat kamu. Takdir itu biarkan menjadi rahasia Allah. Tugas kita lakukan yg terbaik, pilih yg terbaik, de el el.

    Selesai! ahhhhhhhhhhhhhhhh..!😆

  2. :;ben Rizki
    sejak kapan jadi daiyah?? ups….dai ding…
    wah….commentnya lebih panjang dari postinganku……T_T terharu…..

    *terima kasih tuhan…ada yang begitu menghargai postinganku*
    *sambil berkaca2..*

    :p

  3. Jibril AS, Kerbau, Kelawar, dan Cacing

    Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibri AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau.

    Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau, “hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau”. Si kerbau menjawab, “Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri”. Mendengar jawaban itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelelawar.

    Malaikat Jibril AS mendatanginya seekor kelelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah goa. Kemudian mulai bertanya kepada si kelelawar, “hai kelelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelelawar”. “Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya”, jawab si kelelawar. Mendengar jawaban itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

    Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, “Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing”. Si cacing menjawab, ” Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, dari pada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholih ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya”.

  4. Mohon ijin memberikan komentar ya…

    Beberapa pelajaran yg dapat diambil dari kisah tsb. antara lain:

    1. Luasnya ilmu Allah tak terhingga dan tak terukur, ketika Nabi Musa merasa cukup dgn ilmuNya, Allah pertemukan bliau dengan Nabi Khidir.

    2. Apa-apa yang diajarkan Nabi Khidir kepada Nabi Musa adalah hal-hal diluar logika akal yang mengandalkan hukum sebab-akibat dan hal-hal yg dapat diindera, tetapi sebut saja ilmu Ladduni atau Logika Spiritual yang memiliki hukum tersendiri dimana kemutlakan Allah bekerja melalui perbuatan Nabi Khidir, lantaran Nabi Khidir sendiri pun berkata bahwa apa-apa yg diajarkan kepada Nabi Musa bukanlah atas kemauannya sendiri.

    Salam,
    Akmal

  5. Mungkinkah seorang “Nabi Khidir” hidup di tengah-tengah kehidupan yang aneh saat ini ya?

    Afie liat-liat blognya Mas Us ya.. tulung kasih tips nge-blog yg baik dan sehat ki piye ya?

  6. Mengenai khidir dan Musa. Memang si Khidir itu telah menjungkirbalikkan rasionaltas berpikir manusia dan logika kebenaran..dia sudah sampe pada titik metarasional yg merupakan titik pertemuan dua lautan yg dicari2 Musa: pertemuan antara rasionalitas dan irrasionalitas, pertemuan Barat dan Timur, dan pertemuan2 lain yg dianggap mustahil oleh orang yg masih berpikir pada level rasional. (ini hanya penafsiran orang awam yg mantan ‘akhwat’)

    Fie, kemaren ada temenku dari Iran presentasi, dia menjelaskan bahwa meskipun homoseksual dijatuhi hukuman mati, transeksual (mengubah jenis kelamin) legal di Iran. kalo kamu ke Iran, kamu bisa menemukan beberapa klinik yg melayani operasi kelamin. Jadi, kalo urusan jenis kelamin yg menurutmu kita ga bisa cawe2…di Iran boleh cawe2. padahal khan di sana make hukum Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s