skizofrenia

pengen nulis tentang gangguan psikolis yang satu ini. kenapa?? gak tau juga seeh sebenernya..tapi kalo diinget2 sejak ketemu salah seorang teman sekelas kuliahku-yang diduga terkena skizofrenia- aku jadi getol cari info tentang penyakit ini. bukan apa-apa, hanya kadang ngrasa sedih aja kalo temenku itu sudah berulah-mulai ngomong yang aneh2- trus temen2 lain pada ngetawain….meskipun kadang2 aku juga ikut2an ketawa seeh…tapi jauh dalam hati aku ngrasa sedih….kalo aku diposisi dia gimana???

Pernah nonton Beautiful Mind? nah…kalo udah nonton pasti tau deh kayak gimana seeh orang skizofren tuh.

sempet nanya ke temen, anak farmasi, dia menjelaskan secara ilmiah penyakit yang kebanyakn orang menganggap penderitanya “Gila”. intinya, penyakit ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon dophamin dalam tubuh manusia, sampe disitu aku masih paham, tapi begitu dia nyebut lymbic system yang ada di otak…aku mulai gak ngerti…apaan tu limbic2….apaan tuh neuroleptika ..

setelah muter2 googling (googling sambil kursi komputernya di puter2😀 ), akhirnya baca2…dan tetep pusing (haaalaaaah….) tapi, paling gak aku jadi tau, ternyata ada ya penyakit kayak gini?? Allah emang Maha Kuasa…Apa seeh yang Allah gak Bisa, termasuk menciptakan kelainan psikologis kayak gini.

Skizofrenia, apa itu??????

Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri. Skizofrenia Tipe I ditandai dengan menonjolnya gejala-gejala positif seperti halusinasi, delusi, dan asosiasi longgar, sedangkan pada Skizofrenia Tipe II ditemukan gejala-gejala negative seperti penarikan diri, apati, dan perawatan diri yang buruk.  (diambil dari sini)

kalo Menurut situs resmi http://www.schizophrenia.com, skizofrenia adalah penyakit yang diakibatkan gangguan susunan sel-sel syaraf pada otak manusia.

digambarkan dalam film beautiful mind kayak gini

Sebuah lantai tampak penuh coretan rumus matematika rumit. seorang pria dengan wajah tertunduk, terpaku pada rumus-rumus itu. Berkat kejeniusannya, William Parcher seorang agen penting pemerintah AS mempercayakan John Nash untuk memecahkan kode-kode rahasia yang berkaitan dengan intelijen negara.

Langkah ini membawa Nash terlibat dalam konspirasi dan propaganda perang dingin antara Amerika Serikat (AS) melawan Uni Soviet (Rusia). Alhasil, John Nash, pengajar di Massachuset Institute of Technology sibuk berkutat dengan teori-teori sambil mengurung diri di kamarnya yang penuh dengan coretan-coretan.

Belakangan baru diketahui bahwa pekerjaan Nash untuk kegiatan intelijen ternyata hanya ilusi belaka. Dia menderita penyakit skizofrenia. Meski akhirnya bisa kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya, Nash tidak pernah sembuh total.

Namun dukungan istri dan teman-temannya membuat dia berhasil melawan ilusi agen-agen intelijen. Nash terus berusaha mengendalikan diri dan berdamai dengan ilusinya. Kemudian, kejeniusannya mengantarkan hadiah nobel yang diterima pada tahun 1994. Perjuangan Nash dituangkan dalam film A Beautiful Mind.

Apa Yang bisa kita Lakukan????

Obat neuroleptika selalu diberikan, kecuali obat-obat ini terkontraindikasi, karena 75% penderita skizofrenia memperoleh perbaikan dengan obat-obat neuroleptika. Kontraindikasi meliputi neuroleptika yang sangat antikolinergik seperti klorpromazin, molindone, dan thioridazine pada penderita dengan hipertrofi prostate atau glaucoma sudut tertutup. Antara sepertiga hingga separuh penderita skizofrenia dapat membaik dengan lithium. Namun, karena lithium belum terbukti lebih baik dari neuroleptika, penggunaannya disarankan sebatas obat penopang. Meskipun terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih rendah disbanding dengan neuroleptika bila dipakai sendirian, penambahan terapi ini pada regimen neuroleptika menguntungkan beberapa penderita skizofrenia.

Hal yang penting dilakukan adalah intervensi psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya dukungan sosial. Intervensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup penderita. Intervensi berpusat pada keluarga hendaknya tidak diupayakan untuk mendorong eksplorasi atau ekspresi perasaan-perasaan, atau mempertinggi kewaspadaan impuls-impuls atau motivasi bawah sadar.
Tujuannya adalah :
1. Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat-sifat gangguan skizofrenia.
2. Mengurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. Bantu penderita memandang bahwa skizofrenia adalah gangguan otak.
3. Mempertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya. Kecaman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps.
4. Mengurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. Keterlibatan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko relaps.
5. Mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga.

Jadi???

yeaaah..intinya seeh…kita bersikap biasa aja sama penderita skizrofen ini. meski awalnya pasti aneh, ngrasa kagol dan jahat (karna sering ngetawain). tapi, mereka makhluk Tuhan juga, dan bukan mau mereka dapet penyakit kayak gitu. jadi……????


14 thoughts on “skizofrenia

  1. temen kita itu kyknya bkn skizofrenia deh…
    coz dia kan pernah ngamuk2 dulunya,,
    udah ah, jgn diomongin disini,,tar orangnya baca lho!!
    dia kan sering blog-walking..

  2. ada hubungannya g skizofrenia ma kecerdasan seseorang??kayak si John Nash gitu???walaupun menderita skizofrenia tapi dia pinter banget kan…atau mungkin kebetulan aja??

    Yah,bagaimanapun mungkin Tuhan memang adil..ada suatu kelebihan dalam kekurangan..😀

  3. ::winky
    mungkin ada…tapi secara ilmiah gak tau juga gimana ceritanya..hehehe..jadi bagi anda orang-orang cerdas..berhati2lah……😀

  4. ::Parus
    ayo edan bareng2 wae…. :p

    ::Aday
    gak papa juga kalee beliaunya membaca..akan lebih bagus ketika hal ini mestinya juga dikomunikasikan…(sok psikolog mode :on)
    😀

  5. Solusi Schizophrenia ( Suka Halusinasi )

    Ini salah satu bukti bahwa Schizophrenia bisa di sembuhkan

    Di salah satu buletin ada kesaksian langsung yang telah sembuh dengan ENBEPE ( Natural Brain Power ) Nutrisi otak untuk memperbaiki atau meregenerasi sel2 yang telah dorman.

  6. alhamdulillah istri saya telah sembuh setelah konsumsi enbepe dan lechitin, sebelumnya telah divonis skizo dan tidak boleh putus obat.

    semoga bermanfaat,
    komarudin 081380323526

  7. Pingback: Blog Stats on Wordpress :) « [theklek]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s