Seratus dan Satu (bukan 101) Keinginan… *daleeem…

Seandainya kita memiliki mesin hitung otomatis, yakni yang menghitung
jumlah keinginan kita per satuan waktu, kita mungkin akan sangat
terkejut menyadari jumlahnya. Untuk mengurangi kegamangan karena tidak
penah menyadarinya, mari kita simulasikan. Sejak bangun tidur, kita
menginginkan tidak macet, tidak terlambat, atasan bersikap memuliakan,
bawahan menyelesaikan targetnya, pelanggan menerbitkan PO-nya,
komputer tidak hang, koneksi internet cepat, sinyal handphone clear,
presentasi sukses, tidak hujan, tidak terlalu panas, makan siang enak,
tubuh selalu fit, sikap pasangan menyejukkan hati, anak-anak ceria,
ada yang menyapa di facebook, email cepat dibalas, janji relasi
ditepati, jadwal pertemuan tepat waktu, lift kosong, …, dan lain-lain.
Jika saya berkeleluasaan waktu dan cukup telaten, saya yakin dapat
membuat daftar itu sekitar 100 buah dalam hari ini. Bagaimana dengan
Anda?

Pak Mario Teguh menyatakan bahwa untuk setiap keinginan, akan selalu
ada harga yang harus dibayar untuk mencapainya. Jadi dengan semakin
banyak keinginan, maka semakin banyak sumber daya kita yang harus
dibelanjakan. Kalau dalam sehari ada 100 buah keinginan, maka akan ada
‘kebocoran’ sumber daya kita sebanyak 100 lubang. Mungkin ada korelasi
antara jumlah keinginan seseorang, dengan kebangkrutan yang terjadi,
yakni dimana jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan jumlah
pengeluaran.

Mungkinkah, fenomena ‘bengong’ yang diiklankan oleh produk minuman ada
kaitannya dengan banyaknya jumlah keinginan kita dalam hari itu?
Bagaimana kalau kita mencoba pendekatan lainnya, yaitu dengan
mengendalikan keinginan kita, sehingga kita tidak memerlukan minuman
suplemen yang berlebihan agar kita bisa ‘Be 100 percent’.

How come? It is easy to be ‘berisi’.

Jika Anda memperhatikan, hampir semua keinginan yang mampu Anda
daftarkan, adalah sebenarnya keinginan yang muncul sesaat, berkelebat,
remeh, tidak perlu, dan sebenarnya tidak bisa Anda kendalikan. Apakah
Anda bisa menguraikan kemacetan, padahal se-kompi polantas pun hampir
menyerah? Apakah Anda bisa mempercepat akses internet, padahal IT
manager saja ‘nyengir’? Apakah Anda bisa memerintahkan awan agar tidak
menitikkan airnya di saat Anda lewat? Yang benar saja…!

Anjurannya adalah: STOP to want it! Let it be. Biarkanlah terjadi
dengan sendirinya. Pada sisi ini, mungkin tepat anjuran ‘mengalir
saja-lah seperti air’. Ojo ngoyo. Atau, ulah merekedeweng!

Mulai sekarang fokus hanya pada satu keinginan per hari. Anda bisa
bayangkan, energi yang biasanya muntah di 100 saluran, sekarang
diarahkan hanya pada satu lubang keinginan? Anda pasti meledak!
Makanya jangan heran, jika hari ini satu-satunya keinginan Anda adalah
membuat orang lain bahagia, maka hampir seluruh orang di kantor merasa
bahagia. Jika hari ini keinginan Anda hanya ingin menjadi pribadi
baik, maka semua orang menganggap ada malaikat turun ke bumi! Jika
hari ini Anda memutuskan hanya satu keinginan yakni menjadi pribadi
yang ramah dan santun, seluruh pelanggan yang datang berjanji dalam
hatinya hanya akan membeli dari perusahaan Anda.

TIPS : sesaat setelah bangun tidur, sebelum menjejakkan kaki di
lantai, putuskan SATU SAJA KEINGINAN Anda hari ini. Pastikan keinginan
itu: besar, tinggi, mulia, berguna bagi orang banyak dan Disukai-Nya.

Siapa Bilang 100 selalu lebih baik dari 1…!

——-

From the note of Syarif Niskala

5 thoughts on “Seratus dan Satu (bukan 101) Keinginan… *daleeem…

  1. [penjahat cupu]
    aku….aku…aku…..
    *berkaca2
    aku…aku…cantik… whuahahahahhaah

    [Parus]
    huwo…huwo…. *nyanyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s