Jogja dan Bau Hujan

Sudah tiga hari ini Jogja diguyur Hujan, dan terjadi selalu menjelang sore. Hal ini menimbulkan kekecewaan diantara rekan-rekan kantor yang lagi sama-sama dinas ke Jogja. Berhubung kantor cabang letaknya amat sangat dekatnya dari jalanan legendaris Malioboro, mereka berharap bisa jalan-jalan malam ke sana setelah pekerjaan selesai. hehe. Ah, tapi saya mah, hujan gak hujan rasanya tak masalah. Ini rumah saya, saya merasa sedarah daging sama kota ini, jadi kalau hujan saya anggap sebagai bentuk kasih sayang Tuhan sama saya, itu berarti saya memang disuruh lama-lama di rumah, coba kalo gak hujan, yang ada saya ngeloyor terus kemana.

HAHA! ini Jogja Bung!

Alhamdulillah, saya dapat kesempatan (lagi) dinas ke Jogja. Suatu berkah luar biasa buat saya. Rasanya enak banget bisa berangkat kerja dari rumah. DARI RUMAH!!! *agak lebai, ehem-ehem, jaga sikap fi*. Hari pertama ketika kepindahan saya pertama kali ke kantor Unit, saya langsung ditugasi untuk ikut dinas di Jogja, mendampingi atasan saya. Duh, rasanya waktu itu pengen loncat2 kegirangan. hihihi. Jogja gitu lowh! Tiga hari setelahnya, saya langsung berangkat ke Jogja. Senang bisa kembali ke rumah, meskipun ada perasaan baru yang muncul. Kamar saya sudah berubah,  buku-buku masih tertata rapi, foto-foto jaman kuliah juga masih nongkrong di seputaran dinding-dinding kamar. Tapi rasanya sudah lain menempati kamar ini. hihihi sapi-sapi saya sudah ndak ada entah kemana.  Dan karena rumah sepi, saya memutuskan menempati kamar depan, bersebelahan dengan kamar bapak ibu saya. Rasanya kok aneh, rasanya saya seperti orang yang lagi mudik, dimana rasanya kayak sudah punya rumah sendiri dimanaaaa gituuuu dan ke Jogja adalah mengunjungi Rumah Orang Tua saya, bukan lagi rumah saya. Ya, rasanya sudah seperti itu. Ini Rumah Orang Tua saya, dimana saya hanya datang, bermalam beberapa hari dan setelahnya saya harus kembali pulang ke Jakarta, yang sekarang kemudian menjadi kota sebutan “pulang” bagi saya.

Hmm…hidup berlanjut. Mungkin ini yang disebut orang sebagai “Life Begin at 24” (*ngarang mode on :p)

4 thoughts on “Jogja dan Bau Hujan

    • hah? *gedek2* salahnya anda waktu itu malah ke Bandung.
      Dan Lagi sebagai kakak kelas yang baik, hendaknya selalu mentraktir adek kelasnya. *mantab!*

    • haaaaa anda benar….kamu ke Jakarta sih Nyep waktu itu, jadi ndak ada yang bisa menahan laju angin… kami butuh ke”besar”an mu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s