Mimpi Keliling Dunia

Bosan saya kumat. Kali ini tiap pulang kantor menjadi tantangan baru buat saya. Saya harus berpikir keras apa yang harus saya lakukan ketika nanti pulang ke kos, karena tiba-tiba sudah hampir 3 hari ini malas luar biasa selalu datang setiap kali saya di kos. Untungnya masih bisa teratasi dengan banyaknya buku di rak kamar yang belum selesai saya habiskan, tadinya sempet mikir, kalo memang kehabisan ide menghabiskan waktu, saya mau jualan rambutan saja di pasar kwitang, tapi kan ndak mungkin, hla wong ndak ada pu-un *pohon* rambutan di Jakarta, masak ya saya harus impor rambutan dari kebon rumah saya di Klabanan Jogja sana buat jualan?  Jadilah menurut saya,  melahap beberapa buku yang belum kelar –bahkan masih ada yang segelan plastic- adalah cara ampuh membunuh bosan.

Saya mulai memandang mandang rak buku dan berakhir dengan adegan adu pandang antara saya dan buku-buku saya di rak. Beberapa judul, meski belum saya baca, saya lewati saja. Entah kenapa mata ini selalu berhenti di deretan buku-buku traveling *uh! Damn! Ini kayak mimpi yg gak tau kapan bisa terwujud* memandang judul2nya, seolah-olah buku-buku itu joget-joget sambil rame-rame mencemooh saya, “owalah fii, bisanya kok Cuma kepengen keliling dunia, cuman bisa nyolek2+baca2 kita doang. Kapan travelingnya luuuuw??”

Yep-yep kalo udah gitu saya cuman bisa pasang tampang muka kartun, manyun –meski defaultnya saya sudah manyun- dan mengeluarkan suara aneh ndak jelas. Ya, traveling jadi salah satu mimpi buat saya. Siapa sih yang gak mau keliling dunia, jalan-jalan ke tempat-tempat terkenal dan ngantongin banyak pengalaman darinya. Gak usah jauh2 lah, ke Karimunjawa saja saya belum pernah, di pulau  jawa saja masih banyak tempat yang belum pernah saya kunjungi, keluar jawa mentok2 baru Palembang. Ya, Saya sih sekarang baru nabung baca-baca buku doang, mulai dari buku The Naked Traveler-nya trinity, lonely planet, novel2 backpacker kayak traveler’s tale, negeri van orenje, 40 days in Europe, Honeymoon with my Brother, de Journal sampe tips2 jadi backpacker. Entah kapan niat itu bakal terwujud. Lagipula saya bukan orang yang nekat kayak si sita atau si -gembel sugih- wiwid yang sudah sempet ngincipin pulau sempu, karimunjawa, dan nggembel kemana-mana. Mungkin karna saya kurang modal nekat dan modal kantong aja kali ya.

Terakhir saya pergi tu ke Pulau Tidung, Bulan Juli lalu, bareng kawan-kawan statistik UGM plus si Sita. Itupun pake jasa Guide *hehehhe, dasar g mau rugi* tapi berasa belum puas karna cuma 2 hari. hik2…

Snorkling di Tidung

Snorkling di salah satu spot di Pulau Tidung *yang berakhir dengan rontoknya beberapa karang yang kami injak, yihaa*

Pantai Pulau Tidung Kecil

Pantai di salah satu sudut Pulau Tidung Kecil, pulau tak berpenghuni dengan pantainya yang cantik ^^

Terumbu Karang

Salah satu pemandangan bawah laut Pulau Tidung *efek kamera yang rada burem*

aksi loncat jembatan cinta

Aksi Loncat Jembatan Cinta di Pulau Tidung, yang diawali oleh Sita, diikuti oleh saya, ifan, brian dan yang lain, hahahah =p

Saya jadi mikir, mungkin Tuhan sebenarnya sedang memberi saya waktu untuk mewujudkan rencana itu. Sejak kecil saya punya cita-cita pengen nikah sebelum umur 25, tapi apa daya, kayaknya niat itu ‘agak’ susah terwujud, berhubung taon depan umur saya sudah 25 *auuuuuuuuuuwwwwwww* dan belum ada tanda-tanda sama sekali saya bakal lepas dari status jomblo, jadilah saya harus memutar otak untuk mereschedule ulang rencana hidup saya. Mungkin saya memang harus traveling dulu *hihihi :D*.

Bulan lalu ada teman baik saya berangkat sekolah ke Belanda, tiba-tiba saya jadi merasa keinginan pergi ke Eropa dalam waktu dekat bakal terwujud *sok yakin*, rencananya sih simple : nabung beberapa bulan dan nekat pergi ke sana beberapa hari, seminggu kalo perlu, nggembel saja. Tapi mau pergi taun depan juga gak bisa. Gimana kerjaan saya? Hmm bisa ngambil cuti sih ya, ah tapi cuti ndak bisa lama-lama juga *uh, saya jadi sebel mikirinnya*

Ada ide?😀

—-dan selalu berhenti seperti ini, semua kepinginan saya terhenti hanya sebatas wacana, ya paling tidak saya sudah nekat menuliskannya dan mempostingnya di blog, sapa tau ada mas2 bule keren kebanyakan duit kebetulan baca postingan ini dan tiba2 mau mbayarin saya ke Belanda—

*oh..saya lupa,  blog saya dalam bahasa Indonesia ya? Mana paham tu bule?? *sigh* -___-“

5 thoughts on “Mimpi Keliling Dunia

  1. yang pertama harus kamu lakukan adalah berdoa supaya penempatan mu kerja nanti enak buat kemana2 (red : jawa). trus..dimulai dgn wisata yg cm 2 hari 1 malam, paling menthok ya jumat sore-minggu malem. jadi ndak perlu cuti soalnya kalo anak baru blm dpt jatah cuti *senyum nyinyir* , nah selebihnya ya nekad. jangan lupa ngajak aku😀

  2. @Pelangi Kecil
    oia, lupa aku belum dpt jatah cuti ya😦 berarti banyak2 berdoa ini untuk pengumuman penempatan nanti… *mendadak tobat*😆

    @Putri Chairina
    waaah, selamat berlibur ya. Yang penting jaga kondisi fisik, apalagi ini musim hujan. Semoga menyenangkan. Tidung bagus loowh…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s