Museum Taman Prasasti Jakarta

Gak nyangka bener, ditengah hiruk pikuk dan riuhnya kota jakarta, ditengah stress dan capainya menghadapi kota ini, ada satu tempat ditengah kota yang memberi kesan lain. Yup, pernahkah anda berkunjung ke Museum Taman Prasasti Jakarta? Bagi yang belum pernah kesana, tempat ini ada di jalan Tanah Abang I no I Jakarta Pusat, bener-bener ditengah kota. Jika dari arah istana Negara, anda lurus dan belok ke kiri sedikit, ke arah tanah Abang, begitu ada pertigaan belok kiri, kira-kira 50 meter di ujung jalan Museum ini berada, atau kalau bingung museum ini tepat berada di Depan Kantor Walikota Jakarta *pager sampingnya jadi satu sama pagernya kantor walikota*. Memang tidak banyak orang, even orang  Jakarta sendiri tahu tempat ini, terbukti beberapa rekan kantor baru pertama kali mendengarnya, dan mereka lebih kaget lagi karna tempat ini sebenarnya adalah kuburan Jaman Belanda. hihihihi. Saya juga kaget.😆 pantas saja memberi kesan “lain” , lha wong kuburan kok 😆

Museum Taman Prasasti Jakarta

Awalnya, si Dhanu, temen kantor saya iseng minta ditemani hunting obyek foto disana. Maklum lah, dia lagi getol dengan hobi barunya, fotografer. Saya yang waktu itu belum tau tempat apa itu cuman mengiyakan saja. Dia bilang, “tempatnya oke fi, lu pernah tau museum taman prasasti gak? itu lho yang sering di pake syuting video klip, tapi sebenarnya kuburan jaman Belanda”😆 yawes, berhubung saya g ada acara, plus kami ada tugas masuk kantor Sabtu Pagi, jadilah kami cabut kesana siangnya. oia, Dita, teman saya yang lain juga ikut, daripada bengong sendirian di kos katanya.

Kami naik motor kesana, tak jauh dari kantor, sekitar 10 menit kami sudah sampai. Tempat ini lebih mirip kayak rumah tua dari luar. Saya pun gak menyangka kalo di ujung jalan situ ada museum, lha wong berasa gak ada tanda-tanda bangunan wisata kok :p . Begitu masuk, hanya ada motor kami dan beberapa petugas jaga disana. Untuk biaya masuk kami ditarik 5.000 Rupiah per orang itupun tanpa karcis resmi, tapi kata si Dhanu, biasanya 2.000 Rupiah. hmm, mungkin karena ini hari Sabtu kali ya, dan sudah mau tutup, oia tempat ini buka dari jam 9 pagi sampe 3 sore, waktu kami kesana, jam sudah menunjukkan waktu jam setengah 2 siang, ya lumayanlah satu setengah jam hunting foto.

Pilar-Pilar bagian Depan

Begitu masuk, hawa Belandanya langsung terasa *mantab lah pokoknya*, kami disuguhi pilar-pilar besar berbentuk balok di pintu masuknya. di tiap sisi pilar tersebut jika diperhatikan lebih detail terdapat tulisan-tulisan latin/Belanda layaknya batu Nisan, saya dan Dhanu sempat menebak-nebak jangan2 pilar-pilar itu kuburan juga😀 hehehehe. Dari pintu masuk, patung-patung malaikat, tanda salib dan tulisan-tulisan latin langsung memenuhi mata kami. “wow” banget dah pokoknya, berasa lagi gak di Jakarta, karena suasanya bener-bener tenang, sejuk dan menenangkan… berasa gak di Jakarta aja. hehehe😆

Salah satu sisi Museum Prasasti Jakarta, satu sisi didominasi dengan tugu dan makam dengan nisan tinggi, di sisi lain didominasi dengan makam rata🙂

Dhanu : on action ambil obyek Foto

Menara besar di ujung Taman Ala Da Vinci Code

Banyak pohon besar, patung, menara dan tulisan belanda/latin yang masih dipertahankan sesuai aslinya. Namun sayangnya tatanan kuburannya agak-agak gak Rapi. Kalau mau aman, telusuri saja jalan setapaknya, ya sesekali agak masuk-masuk sedikit gak papa. hehe.lagipula, areal kuburan ini tidak begitu luas. mungkin seukuran satu lapangan bola kali ya. hehehe.

Banyak sekali tulisan-tulisan latin atau belanda di nisan kuburan *yaiyalah, ini kuburan belanda fi! kalo kuburan Rusia ya bahasa Rusia yang banyak! :lol:*. Tentu tak ada satupun yang saya mengerti, kecuali beberapa kata yang mirip seperti born dalam bahasa Inggris namun dalam bahasa belandanya disebut geboren atau natus dalam bahasa latin. Sisanya saya tebak-tebak buah manggis.😆

Beberapa Prasasti diatas makam🙂

Beberapa Nisan, dalam Bahasa Inggris, Latin dan Belanda😀

Over all, mengunjungi Museum Prasasti gak bikin nyesel. Cukup bikin fresh karena suasananya bener2 baru, gak denger suara bising dan macetnya Jakarta🙂

4 thoughts on “Museum Taman Prasasti Jakarta

    • hahahah, hayuk lah, kalo kalian ada rencana cari obyek foto lagi aku diajak yak. *maklum blom kuat beli kameranya*, dhanu rencana ada mau ambil foto malam di bunderan HI mbak, nanti deh kita kabar2.. okay? ^^

    • @iq666al
      waktu kami kesana, gak ditarik biaya tambahan mas, pas masuk ternyata banyak juga yang lagi pada motret pake SLR. bisa jadi biaya masuk yang 5000 itu karena kami bawa kamera kali ya, soalnya katanya karcis resminya 2000 rupiah kok😀
      CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s