Pak Polisi dan Hujan

Kemarin sore, saya dan Husna (lagi-lagi nama samaran teman kos karena mirip Husna di KCB :lol:) janjian buat meluncur ke Sunda Kelapa, sebuah Masjid di kawasan Menteng kesana lagi. Kali ini kami memang berangkat agak terlambat, karena jam 5 sore saya baru keluar dari kantor. Alhasil bisa ditebak, kami keluar ke jalanan sudah jam 6.15 Ba`da Magrib, jalanan Jakarta sudah macet luar biasa… plus.. setengah jam kemudian menyusul hujan yang lumayan deras membuat segerombolan pengendara motor di jalanan rame-rame menepi berjamaah. menghindari hujan. hmm..saya dan Husna akhirnya memutuskan untuk putar balik ke kos saja, selain baju kami yang sudah basah, plus jalanan menuju Sunda Kelapa macet..cet..cet gak karuan. Ya sudah kami putar balik, dari arah Cikini kami berbalik menuju Stasiun Gondangdia untuk ambil perempatan Tugu Tani.

Begitu nyampe perempatan Tugu Tani apa yang terjadi? jeng..jeng..jeng..tentu saja macet luar biasa gak karuan. kesempatan itu kami gunakan untuk mengobrol.. menebak2 kenapa Tuhan belum mengijinkan kami ke Sunda Kelapa sore itu, ada indikasi karena saya malas mandi sore tadi, jadinya Tuhan mengirim hujan. hihihihi .

Hampir 45 menit kami terjebak macet, sampai di ujung perempatan, kami terbengong-bengong melihat ulah tingkah para pengguna jalan. gak mobil gak motor, semua gak mau mengalah untuk siapa jalan duluan, meskipun satu sisi sudah lampu hijau, tetap saja ndak bisa jalan lha wong dari sisi satunya masih ada sisa-sisa kendaraan yang menerobos lampu merah sehingga terjadi ‘jalan buntu’ . Saya dan Husna waktu itu cuma bisa komentar sinis “dasar Jakarta” mau jalanan dibuat selebar apapun, kemacetan ndak bakal teratasi selama mental pengguna jalan masih aja kayak gini (ini dua orang gak sadar, kalo mereka juga termasuk pengguna jalanan Jakarta =))))) wkwkwkwk ). TIba-tiba mata saya terarah pada Pak Polisi di tengah jalan. Pak Polisi dengan jas hujan seadanya, dengan umur yang sudah bisa dibilang tidak muda lagi mengatur jalanan sendirian dengan tidak henti-hentinya meniup peluit, tapi tetap saja para pengguna jalan yang terlanjur terjebak di tengah perempatan seakan tidak memperdulikan instruksi Pak Polisi.

duh.. duh.. Pak Polisi, berjuang ya….🙂

*ternyata ndak semua Polisi itu buruk di mata saya. polisi yang kemarin ini rasanya pengen saya lihat lama-lama, kemudian membayangkan anak istrinya menunggu pulang si Bapak yang bertugas sendirian di jalanan Tugu Tani waktu itu, ditemani hujan.🙂 Bismillah ya Pak🙂

8 thoughts on “Pak Polisi dan Hujan

    • Setuju sekali saudara septo🙂 disini amatlah padat tak terkira..rupa-rupa warnanya, hijau kuning kelabu… *lho*

  1. Beberapa waktu lalu saya menemani Emak mengadu ke kantor plokis. Bukti deposito Emak hilang. Plokis yang menjaga, dengan keramahan setara customer service Bank ternama, mempersilakan Emak menunggu. Ternyata profesionalitas kerja tak jua ditunjukkan. Hanya sekadar mengurus surat kehilangan sahaja, Emak mesti menunggu lebih dari satu jam. Itu kata Emak, soalnya setelah 5 menit menunggu, saya tak sabar dan langsung pulang duluan. Emak juga bilang, sepertinya plokis yang bertugas tak paham cara menggunakan komputer dan printer.

    Haha. Cerita dari negeri seberang kok…

  2. duuh kasian ya pak pol nya.. coba kalo afi bawain teh panas ama gorengan buat pak pol nya,pasti makin mengharukan laageee ceritanyaa (-_-) *lebay.com

    • sekalian aja tak bawain kloso, payung, handuk, baju hangat, trus tak bawain tukang pijet ya met? habis itu tak ajak makan di burger King, kayaknya bakal lebih mengharukan lagi -_-”😆

  3. Andai semua polisi di Indonesia seperti polisi yang disebutkan di tulisan ini. Saya yakin anggapan jelek masyarakat terhadap polisi juga tidak seburuk seperti sekarang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s