Bunaken, 25 Juni 2011 -this is life, dude- :)

Di Pantai Bunaken🙂 ini baru tempat yang cetek...

Kesampaian juga🙂 kesampaian juga sampe Bunaken. Hehehe. Ini adalah salah satu tempat dimana jaman dulu cuman bisa terlintas di ucapan saja. Saya sama sekali gak pernah kepikiran bahwa akhirnya bisa kesini juga. Memang, sekalian dalam rangka dinas, weits, tapi bukan berarti aji mumpung ya.. biaya dan usaha ke Bunaken murni saya dan teman-teman searching sendiri, kalo perkara tiket PP Jakarta-Manado dalam rangka dinas, ya itu murni Rejeki. hehehe, rejeki yang sampai saat ini saya pun masih terbengong-bengong karena merasa Tuhan amat sangat baik sama saya.

Ya sudah, sudah cukup cing-cong nya. Langsung saja. Jadi ceritanya, kebetulan (lagai-lagi saya sebut ini Rejeki) ada tugas dinas di Manado, kebetulan juga flight dan daftar hotel puenuh semua sehubungan berbarengan dengan adanya Konfernsi Dokter Kulit Se Indonesia di Manado. Jadilah saya terpaksa pindah hotel dari satu tempat ke tempat lain dan  jadwal dinas saya yang seharusnya selesai Jumat malam, terpaksa saya baru bisa pulang jakarta Sabtu Sore karena ketidaktersediaan tiket Pulang ke Jakarta di pagi harinya. Hari sebelumnya saya dan bu Bos mikir mau ngapain di Sabtu Paginya, masak iya udah jauh-jauh ke Manado gak kemana-mana. Yup, karena di Manado agak susah cari makanan Halal, jadinya saya ndak ada yang namanya wisata Kuliner. Cuman ada 2 makanan khas Manado yang saya coba… pisang goreng di cocol sambel sama duh, apa ya namanya.. lupa kayak lepet gitu…

yang kiri lupa namanya, yang kanan semacam pisang goreng dicocol sambel ikan. enak😀

Sejak hari pertama di Manado, saya cuman bisa memandangi Pulau Bunaken dari halaman belakang hotel. Air laut di belakang hotel saja sudah beningnya menggoda iman. Rasanya pengen langsung berenang gitu, namun niat itu urung saya lakukan takut-takut dipikir orang-orang yang lewat ada ikang dugong berenang pake baju😦. di dermaga belakang Hotel itu, beberapa kali saya melihat ikan warna-warni ala Nemo berseliweran, malah, saya sempat lihat ikan terbang bergerombol melompat-lompat di atas air. deuh. Gemesh betul liatnya.

Dermaga Belakang Hotel, seberang itu adalah Gunung Lokon, sebelahnya adalah Pulau Buneken

Dermaga belakang Hotel, di seberang sana adalah Pulau Bunaken

Saking mupengnya dan perjuangan saya merayu-rayu bu Bos, disepakatilah saya dan bu Bos, bertekad mau ke Bunaken, apapun yang terjadi :p meski gak tau harus naik apa dan gimana. Tak gentar kami menawarkan pula ke rekan-rekan yang lain, terjaringlah Frisca dan Mbak Ning, teman fungsi lain yang juga mau ikut (masak iya cuman berdua doang saya sama bu Bos, kalo kami diculik ditengah laut gimana cyiiin :p). Frisca dan saya mulai seraching via Google, mencari nomor pemilik kapal yang bisa kami tumpangi. Alhamdulillah, dapat. nego harga dan deal, kami dapat nebeng perahu nelayan Rp. 500.000,- untuk PP manado-Bunaken *cring*. Lanjut ke searching penyewaan pakaian dan peralatan snorkling, tanya sana tanya sini *kebetulan ada kawan saya di Papua yang 2 minggu sebelumnya sempat nyelem di Bunaken, lumayan dapat rekomendasi harga dan cara nego sama orang Bunaken*, didapatlah kisaran harga dari 80-120 Ribu per orang *cring*. dan.. berangkatlah kami ke Bunaken.

Pelabuhan Manado menuju Bunaken

Sabtu Pagi kami janjian di meeting point pelabuhan Manado, sebuah pelabuhan lengkap dengan pasar di depan Hotel Calaca. Well, sebenarnya berangkat dari Dermaga belakang hotel pun bisa, namun berhubung hotel yang sempat saya tempati kebanyakan pengunjungnya adalah turis, maka harga sewa kapalnya pun harga turis. Satu perahu yang paling murah adalah Rp. 800.000,- harga yang lebih malah dibanding bila kami naik kapal dari Pelabuhan Manado. Pelabuhan tersebut adalah pelabuhan kecil dan hanya kapal-kapal nelayan yang singgah. tadinya saya dan Bu Bos mau naik taksi saja dari hotel ke Pelabuhan karna jaraknya lumayan, euuh dasar si Bu Bos hobi jalan euy, jadinya kami jalan kaki dari hotel ke Pelabuhan 30-45  menit jauhnya, lumayan lah..pemanasan :p. selang berapa lama Frsca dan mbak Ning datang, dan diluar dugaan ada teman bu Bos mau gabung juga, lumayan..ada cowok nya satu. dan berangkatlah kami ke Bunaken via kapal boat nelayan yang saat itu mengangkut sayuran hehehe. Perjalanan ditempuh kurang lebih 45 menit.. sampe sana..di briefing sebentar sama guide tentang snorkling, di wejangin ini itu dsb, dan lanjut kami snorkling… yippiee!!!

Saya dan Sayur.. *berpelukaaan*😆

Pantai Selatan Pulau Bunaken🙂

Saya dan Bu Bos *eksis* gyakakakakakak :p

Bunaken memang Indah. Subhanallah.. ini aja baru snorkling, gimana kalo diving yak…pasti laut dibawah sana lebih indaaah… ah, one day, saya akan kesini lagi. Amiiin…🙂

Subhanallah, salah satu sudut laut di Bunaken, Manado🙂

With Others, dengan Latar Belakang Gunung Locon Pulau Manado Tua🙂

Cring-cring di Bunaken, Manado :

1. biaya sewa kapal PP Manado-Bunaken Rp. 500.000,- buat 5 orang = @Rp. 100.000,-

2. biaya sewa peralatan snorkling @ Rp. 110.000,-

3. beli biskuat buat ikan2 pada datang Rp. 10.000,-/3

4. Sewa Foto under water Rp. 350.000,- buat 5 orang = @Rp. 70.000,-

5. Beli pisang goreng *kelaperan kita siang2* Rp. 25.000,- bungkus gede buat 5 orang =@Rp. 5.000,-

6. ngasih ke guide nya Rp. 100.000,- dibagi 5 orang = Rp. 20.000,-

Total Jendral @Rp. 315.000 ,- *cring*

 

 

3 thoughts on “Bunaken, 25 Juni 2011 -this is life, dude- :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s