Trip to Sempu Island, Malang *Wow*

Akhirnya… kalau kemarin-kemarin cuma bisa ngebayangin ceritanya sita yang sudah lebih dulu kesana, akhirnya sekarang kesampaian juga nyampe ke Pulau Sempu. Pulau Sempu adalah sebuah Pulau kecil tak berpenghuni di selatan Kota Malang. Saya mulai tau tentang Pulau ini saat membaca tulisan Trinity saat dia traveling ke sana.  Waktu itu yang ada dibenak saya hanyalah pantai pasir putih ala the Beach-nya Leonardo DiCaprio🙂 dan pembuktian itu sudah saya lakukan.

Sempu Island

Sandal Jepitku akhirnya nyampe juga di Sempu🙂

Waktu itu saya kesana bersama teman kantor, saya, Dhanu, Dita dan Allaq , kami Cuma berempat. Bermodalkan nekat , kami spontan saja  pengen kesana. Gak tau medan, gak tau apa yang harus disiapkan. Pun saya sempat ngambek gara-gara si Allaq, salah satu teman saya udah pesan tiket duluan Jakarta-Surabaya PP, jadilah saya dpat tiket agak telat, untungnya masih tiket Promo, heheheh.  Tiket PP Jakarta-Surabaya sudah didapat. Rencana dari Surabaya, akan dilanjut dengan perjalanan darat ke Malang (bisa naik mobil pribadi atau angkot juga ada) , kira-kira ditempuh 2 jam (tanpa macet). Dari Malang, lanjut ke pelabuhan di seberang Sempu, dari situ lanjut naek kapal kecil ke Pulau Sempu, di  Sempu masih harus dilanjut tracking masuk hutan kurang lebih 1.5-2 jam, gak usah takut tersesat (meskipun kami juga sempet nyasar di awal2, hahahahah, iniy 4 orang memang rada dodol soal mengenal jalan), karena mungkin sudah banyak orang kesana, jadinya sudah terbentuk jalan setapak dengan sendirinya. Oke waktunya berangkat.

Jumat malam kami berangkat dari Bandara Soetta, setelah pesawat yang kami tumpangi terbang dengan rada serem-serem maut, kami tiba di Surabaya jam 10 malam, langsung lanjut jalan ke rumah Allaq  di Sidoarjo. (inilah untungnya punya teman di beberapa kota lain, kita bisa merencanakan traveling yang ada kenalan, biar biaya nginep lumayan bisa ditekan, mhuahahahahah) Rencana akan berangkat ke Malang shubuh (dengan peralatan: tenda, tali, beberapa biskuit, roti basah, air minum banyak-banyak-karena Sempu adalah pulau tak berpenghuni, serta sunblock)  apa daya kami kebo semua, jadinya ya kami bangun telat dan berangkat dari Surabaya jam 7 Pagi.  Untungnya si Allaq nyupirnya mantab, perkiraan jam 2 siang nyampe Sempu, jam 12an kami sudah sampe Tempat Pelelangan Ikan tepat di samping pelabuhan di seberang Sempu. Begitu turun, eee ternyata pulau sempunya dueket buanget gitu loh, berasa kayak seberang sungai aja gitu. Kami berhenti sejenak di TPI untuk parkir mobil dan makan siang (pesan ikan tuna 2 gede, nasi sebakul plus sayur, sama nasi bungkus buat makan malam nanti waktu kemping di Pulau Sempunya, total jendral  Rp. 65.000,- sahaja *murah ya…* -joget2-) dilanjut sholat Dhuhur. Jam 2 tepat kami lanjut naik kapal ke Sempu. Untuk sewa kapal kecil milik nelayan bolak-balik kami rogoh kocek Rp. 120.000,-  (@orang Rp. 30.000,-) . ternyata juga perjalanan nyebrang Cuma 10-15 menit.. *walaaah kirain ampe berapa jam gitu..*

Pelabuhan disebelah Tempat Pelelangan Ikan diseberang Pulau Sempu

On Board😀

Subhanallah. Ini Indonesia😀

Sampe di Pulau Sempu, begitu ngliat pasir putih, kami udah sok2 heboh aja, padahal itu baru masuk pulaunya belum ke Pantai nya. FYI, di Pulau Sempu ini ada beberapa spot yang bisa didatengin, yang cukup terkenal dan jaraknya cukup dekat adalah Pantai segara anakan (tracking 1,5-2 jam), ada juga segara lele, yang jaraknya lebih jauh, tapi berhubung kami gak persiapan apapun, jadilah kami mau yang deket saja, hehehe. Oke, perjalanan tracking dimulai. Inilah enakny tracking di dalam hutan, gak kena panas dan tetep adem. Jangan lupa pake alas kaki yang tepat macam sandal gunung atau sandal jepit sekalian, karena jalanannya gak mulus, ada banyak akar pohon, tanah lembek, pinggir jurang, ataupun melewati pohon tumbang, jadi sesungguhnya barang siapa tracking menggunakan high heels niscaya merugilah dia. Kaki bisa pegel patah-patah jendraaal!!!!

Pintu Masuk sebelum Tracking *siapkan kaki cadangan anda* :p

Salah satu rute Tracking dimana ini sudah dipinggir sungai yang menuju laut..

Tracking *sempet2nya...*🙂

Di Jalan, si Allaq (A) sempat bepesan pada kami (K):

A : “guys, ntar kita bikin tendanya jangan yang deket sama tenda pengunjung yang lain ya…”

K: “hmm iya juga sih, biar gak ngeganggu, kita kan suka ngakak2 gak jelas gitu, pasti bakal brisik” *manggut2*

A:”bukaaaaaan… soalnya ini tenda yang aku bawa tu tenda ponakanku, tenda anak2…maluuuuw”

K: *berhenti sejenak, kemudiaaan…* MHUAHAHAHAHHAHAHA #ngakak kenceng2 ampe sakit perut

Begitu sudah mendekati Pantai Segara Anakan *ditandai dengan jalanan tracking ada di pinggir sungai membiru dan terdengar suara deburan ombak* seketika itu juga kami langsung mempercepat langkah kami. Dan Yaaaiiiy!!! Inilah Sempuuuu!!!!! Subhanallah….

Finally, Segara Anakan, Pulau Sempu🙂

Namun sayangnya, mungkin sudah banyak orang tahu tentang pulau ini, alhasil karena kami datang pas weekend, jadi ni pantai sudah rame buanget..tenda-tenda sudah pada berdiri, dan hanya tenda kami yang mengusung konsep minimalis dengan gaya ceria… *HAHAHAHHA*. Oh iya, satu hal yang perlu diingat adalah, Sempu adalah Pulau tak berpenghuni, jadi tidak ada toilet umum ataupun warung. So, silakan simpulkan sendiri bagaimana kami harus…….pipiiis…… hihihihi :p

"Tadaaaaaa.." inilah tenda kamiiii😀

Waktu malam, kami gagal menyalakan api unggun, untungnya tenda seberang gede banget api unggunya, hihihi , jadi ya anggap saja api unggun itu sudah mewakili satu pulau :p. karena tenda kami adalah tenda anak-anak, jadinya hanya muat satu orang saja, itupun harus dengan posisi meringkuk. Berhubung si Allaq sudah capek nyetir mobil, kami persilakan dia tidur di tenda supaya pas baliknya besok dia kagak tepar2 amat. Jadilah saya, Dhanu dan Dita, tidur di luar tenda, dengan 1 matras buat bersama yang hanya cukup untuk nampung kepala kami. Kami benar-benar tidur beralaskan pasir putih beratapkan langit pantai penuh bintang. Subhanallah. Awalnya saya, Dhanu dan Dita so exciting. Kami terdiam beberapa saat sambil tak henti-hentinya memandang ribuan bintang kelap-kelip di langit. Sesekali Dhanu nyanyi lagunya F4 *dengan lirik ngawur*, karena berasa kayak di Meteor Garden katanya, hahahhaha. Kami kemudian berseloroh…”this is life!” Ketika tidak ada apapun, tidak ada fasilitas umum, tak ada suara macetnya Jakarta, tak ada gedung, tak ada sinyal, tak ada rumah, hanya langit, bumi, pantai dan teman yang kami punya, tapi hati kami begitu damai. *Serius*, ah, Tuhan, ciptaanmu sungguh….huhuhuhu membuat kami tak bisa berkata-kata.

Airnya..lihat deh... uuuu unyuuuu *halah* :p

Sisi lain Pulau Sempu, berbatasan langsung dengan Samudera... Hindia ya? iya bukan ya?

Diantara karang-karang🙂

Satu jam setelahnya, KAMI KEDINGINAN! Hiks. Dhanu Cuma pake celana ¾ dan kaos pendek. Saya yang sudah lengkap ketutup dari atas sampe bawah aja menggigil. Akhirnya karna gak tahan, saya keluarkan mukena dan saya pake buat buat tidur. HAHAHHAHA. Bawahanya dipake Dhanu, atasanya saya pake buat selimut. *Maap ya Allah*. Saya dan Dhanu susah banget buat tidur. Dita, entah kenapa menjadi begitu lebih kebo daripada saya, dia langsung tidur  aja gituuuuuuu -_-! Mungkin karena cadangan lemaknya lebih banyak jadi dia berasa lebih hangat… *siap2 ditimpuk Dita*. Satu harapan kami saat itu. TUHAN, cepatlah pagi!!!!!  Menjelang jam 1 malam, mendadak heboh, pantai pasang, ombaknya sampai 1 meter depan tenda kami. Hoooooooo >,<.

Paginya kami langsung berenang2 ria dilautnya. Indah! Indah! Indah!

Ini asli lagi kedinginan >,< airnya dingiiiin

Habis megang ini karang, tangan saya gatel2... T___T

we are on the glasses😀

Bagi saya, Sempu adalah pengalaman tersendiri. This is awesome. Tempat ini keren! Saya dan teman-teman jadi berasa telat bertualang. Seharusnya kayak gini ini kami lakukan sejak SMA. Ah, gak papa. Yang penting kami sudah kesini. Subhanallah lageee ^^

Bersiap kembali...🙂 *belum mandi*

*Itang-itung ke Sempu :

  1. Tiket Pesawat Jakarta-Surabaya PP @Rp. 750.000,-
  2. Bus Damri dari Kos di Jakarta ke Bandara Soetta Rp. 40.000,-
  3. Bensin untuk Mobil Rp. 100.000,- jadi @ Rp. 25.000,-
  4. Makan siang+malam di Sempu (nasi bungkus)@ Rp. 18.000,-
  5. Sewa kapal nelayan Rp. 120.000,-  jadi @Rp. 30.000,-
  6. Makan siang saat balik dari Malang ke Surabaya –mampir Bakso Rambutan Malang- Rp. 15.000,-
  7. Beli snack2+roti2+camil2+aqua Rp 140.000 , jadi @Rp. 35.000,-
  8. Foto : gratis dari Dhanu hihihihi
  9. Tenda : gratis dari ponakannya Allaq hehehe, atau kalau mau sewa tenda Rp. 75.000,-, peralatan masak Rp. 15.000, matras untuk tidur @Rp. 15.000,-, semuanya bisa disewa di Kota Malang (daerah Kedaung)

TOTAL JENDRAL per Orang : + Rp. 913.000,- *cring*

11 thoughts on “Trip to Sempu Island, Malang *Wow*

  1. Pingback: Baluran, Africa Van Java « [theklek]

  2. tenda itu apling tidak telah “menyelamatkan” kita dari kedinginan meski hanya “sesaat”….tapi satu “pelajaran” yang mungkin bisa didapat adalah kita jadi tau gimana rasanya tidur beralaskan tanah beratapkan langit dengan senyata-nyatanya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s