Kalo Jalan-Jalan yang Ini Saya Mau :’)

“biip..biip” , saya raih bebe saya di meja, bbm dari Arlin dan Puput membangunkan saya yang ketiduran malam itu, “guys, besok jadi ya ketemuan di kantor jam setengah 7, mobil sama sopirnya siap jam 7 tuh, ntar bu Asih juga mau nyumbang baju katanya”. Saya yang setengah ngantuk segera mengetik, “siip…” dan kembali tertidur sambil sedikit geli dan lega. Akhirnya entah dari mana akhirnya bisa ada mobil untuk membantu kami mengangkut barang bantuan titipan kawan-kawan untuk disalurkan ke korban kebakaran Benhill, Jakarta seminggu yang lalu. Yak, pasca kebakaran Benhill yang menghabiskan 3 RT pemukiman padat penduduk di salah satu pusat aktivitas Jakarta itu, menggelitik beberapa kawan kantor.

Berawal dari cerita-cerita saya tentang aksi @PagiBerbagi, membagikan sarapan tiap sabtu pagi di jalanan Jakarta, tercetus ide untuk mengalihkan target operasi ke Benhill, namun karena hingga jum`at pagi belum ada kepastian transportasi (baca:blom ada motor dan mobil) dan jumlah relawan yang mau ikut, keraguan bergelayut di otak saya. Tapi terlanjur basah, nasi bungkus sudah terlanjur dipesan, pakaian pantas pakai sudah mulai dikumpulkan, plus senior kami, Bu Asih, sudah confirm mau nyumbang beras. Tapi semua itu mau diangkut pake apaaa?? seketika kami berseloroh, “Ya Allah…kirimiiin kami mobil dong ya Allah…”😆 kesimpulanya : nekat!!  Mau gak mau the show must go on. Dengan Jumlah Relawan yang belum pasti dan belum adanya transportasi yang bisa ngangkut bantuan, pokoknya besok harus jadi.

Jumat Sore, Puput menelepon meja saya, “Fi, besok pagi jadi pake mobil. udah confirm kok”. Hah? Masih bengong saya mengiyakan saja. Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaah… ada mobil pinjeman dari Manajernya si Puput :”> Subhanallah ya Allah. “biip” Bebe saya kembali bunyi, “Insya Allah selalu ada jalan buat niat baik Fi”, saya tersenyum🙂

Sabtu Pagi jam 5.30, Kresna dan Tata penggede PagiBerbagi sudah siap di pintu depan kos. Dengan masih agak mengantuk, saya bukakan pintu, dengan sigap tangan-tangan kami membungkus paket sarapan pagi yang akan dibagikan. Menit berikutnya Aji dan Mbak Vetra datang. Setiap kali melihat senyum kawan-kawan @PagiBerbagi ini tiap sabtu pagi entah mengapa saya mendadak adeeem gitu..*efek masih pagi kaleee, hahahah * 15 menit berikutnya, mereka berempat sudah siap di motor masing-masing, pagi ini 50 bungkus sarapan siap dibagikan ke para penyapu jalanan. Jumlah yang lebih sedikit dari minggu-minggu sebelumnya. Tapi, berapapun jumlahnya, saya dan kawan-kawan ngotot aksi ini harus tetap jalan, tak peduli meski hanya bisa dibagikan oleh 4, 3, 2 ataupun 1 orang saja.🙂 Selesai melepas tim pertama pagi itu untuk berbagi sarapan, saya langsung berangkat ke kantor. Janji saya, jam setengah 7 pagi sudah di kantor, kali ini mengantar bantuan ke Benhill, Bismillah…

The "dream" team : team yang masih ngantuk2 pagi2. ki-ka: vetra-aji-Kresna-Tata *bagi sarapan ke jalan*

Tim kedua : Goes to Benhill🙂 Arlin-Puput-Ida-Pak Roki

Dan sampailah kami ke Benhill. 3 RT pemukiman padat penduduk yang habis dilalap api hanya dalam waktu 5 jam. Miris, karena dibalik gedung-gedung tinggi menjulang  masih banyak kawasan pemukiman padat. Rumah-rumah itu habis, gosong, hitam! kecuali satu tempat, sebuah ruang utama Mushola dengan mimbar imam yang masih utuh. Ruangan itu tampak luar sama sekali tak terlihat gosong, padahal kanan kiri habis dilalap api. Subhanallah.. “memang ya mbak, rumah Allah itu pasti dijagain” ujar mbak Elli, salah satu warga yang mengantar kami berkeliling sambil menceritakan kronologis kejadian. Kami yang berkeliling hanya bisa diam. Miris dan sedih.  Lain dengan mbak Elli yang masih bisa bercanda menyapa para tetangganya di pengungsian, “kami sudah sering kebakaran mbak disini, cuman ini yang terparah”, ujarnya, ringan sembari tersenyum. Saya? diam, sambil nggigit bibir. Sedih euy!

Salah satu sudut pemukiman RW 1 Benhill pasca kebakaran

Sepulang dari Benhill, saya jadi mikir. Terlalu banyak hal tak terduga di luar sana, terlalu cepat perubahan terjadi. Terlalu mudah bagi saya untuk bersikap reaktif mana kala ada suatu hal buruk terjadi. Seringkali saya selalu menyalahkan keadaan dan menuntut keadilan dari Tuhan. Kita tidak pernah tahu kapan akan datang musibah ataupun kebahagiaan. Kita tidak bisa menentukan apa yang akan terjadi pada diri kita, yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita menyikapi perubahan-perubahan yang terus terjadi. Saya jadi berdoa, Ya Allah lindungi kami dari musibah, bencana dan cobaan yang kami tidak sanggup memikulnya :’) Amiiin…

Terima Kasih banyak temans, yang sudah mau bersama-sama ikutan berbagi *berpelukaaaan*. Oia, big thx to twitter! salah satu jejaring sosial yang kalo dirunut, bisa bikin saya yang sekarang gak lagi bosen tiap weekend. Gara-Gara twitter, saya dan kawan2 jadi bisa create kegiatan ini di Jakarta, gara-gara twitter saya belajar bangun pagi tiap weekend. Hehehehe :p

nb: di Postingan sebelumnya saya pernah menulis sedikit tentang aksi @PagiBerbagi. Bagi yang belum tahu, sila follow @PagiBerbagi di twitter atau bisa juga baca-baca blog nya disini.

2 thoughts on “Kalo Jalan-Jalan yang Ini Saya Mau :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s