Roti “Tan”

Semenjak membaca Novel “Madre”nya Dewi Lestari, saya jadi suka berfantasi nemu roti uenaak, lembut dan gurih yang rasanya gak ada duanya. Kadang-kadang saya suka ngebayangin saya random aja gitu pergi ke toko roti di Jakarta, trus tiba-tiba nemu roti enak dan besoknya datang lagi dan lagi… heheheheh😆 sayangnya niat itu saya urungkan, berhubung saya suka gak terkontrol makan, maka saya khawatir tidak bisa membedakan rasa mana yang benar-benar enak, berhubung semua makanan di mulut saya rasanya cuman ada enak dan enak banget😆

Saya inget, waktu itu lagi makan cheese cake di Cikini, rame-rame sama Dhanu, mbak Ida dan Dita. di depan cheese cake ada sebuah toko roti tua, saya tau itu tua karna dari papan nama dan hurufnya, terkesan oldiest banget, agak2 retak2 gitu. Di depan toko roti, berjejer gerobak roti sepeda dengan barang daganganya..semuanya roti buatan toko itu. Saya nyeletuk, “eh itu roti tan tan apa itu, enak gak sih, kok kayaknya enak ya…”😀 dan benar saja, Dhanu yang memang orang Jakarta buru-buru menimpali, ” enak tau..nyokap gue suka belii.. cobain aja, bedaaa”. Timbul rasa penasaran dalam diri saya, tapi ya cuma penasaran aja gitu, karna ngliat tampilan packaging rotinya yang kurang meyakinkan, saya menunda mencicipi roti yang kemudian saya tahu namanya “Tan Ek  TJoan” –> itu tulisannya bener gak?

Selang sejak saat itu, saya sudah lupa sama Roti Tan itu. Hingga kemarin, waktu saya pergi makan sama si Dhanu dan Puput, pas nyampe Tugu Tani, mendadak Dhanu berhenti dan turun dari motor, bergegas menuju tukang Roti gerobak dorong di depan Hotel Arya Duta, saya liat dari kejauhan, di atas gerobak itu “TAN EK TJOAN”. Wew, roti Tan itu rupanya. Puput iseng nyobain, saya yang memang udah penasaran dari lama, gak sungkan nyuil roti tawar yang Dhanu beli.. dan.. hmm.. bisa jadi roti yang dimaksud dalam buku “Madre”nya Dewi Lestari, mungkin roti Tan ini kali ya. Lembut, gurihnya Pas, kenyal, dan yang bikin saya makin penasaran, kayak apa ya orang yang bikin roti ini. Hmm.. kayaknya ini cuman karna saya terlalu kebawa sama kisahnya Madre ini, hihihihihi.

Lalu saya Googling dan nemu ini : pabrik roti Tan Ek Tjoan berdiri di Bogor tahun 1921 kemudian baru membuka cabang di Jakarta tahun 1953, hingga sekarang. Tan Ek Tjoan sudah berdiri selama kurang lebih 87 tahun dan masih tetap diminati oleh masyarakat Jakarta. Pabriknya terletak di belakang toko rotinya, yang untuk menjaga rahasia kualitas roti hanya karyawan yang bisa masuk ke dalam.

Nah kan bener…kisah dibalik pembuatan roti ini pasti seruuu. Pake resep-resep rahasia, dan hanya tangan-tangan tertentu yang bisa membuat rotinya seenak ini. Konon kabarnya Roti yang paling terkenal adalah roti gamang. Rasa roti ini mirip dengan brownies tetapi terasa lebih padat. Terbuat dari bahan utama tepung, cokelat dan gula kelapa menjadikan roti ini terasa lezat dan mengenyangkan

Well, diluar kebenaran apakah benar toko Roti Tan ini yang dimaksud di novel “Madre”nya Dewi Lestari, Roti Tan ini memang Enak! Nanti pulang kantor, mampir beli ah🙂

2 thoughts on “Roti “Tan”

  1. roti tan ,,, temen glundhung glundhung jam 9 malem,, gelas anget isi susu coklat.. dengerin lagu2 enak.. en nulis blog / browsing…

    klo mau tau rahasia buat roti,, nglamar jadi pegawai sampingan sabtu minggu Fie.. hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s