Baluran, Africa Van Java

Kemarin waktu saya lagi di Lounge Bandara, gak sengaja liat liputan jelajah nya Trans7 apa ya, ada liputan perburuan di Africa sana. Eh.. lha dalah, sebelum si reporter bilang kalo itu di Africa beneran berani sumpah saya pikir itu lagi jelajah di Baluran, Salah satu taman Nasional di Banyuwangi, Jawa Timur. Haha. Dan saya jadi inget saya pengen nulis tentang Baluran, tempat bagus yang saya kunjungi dengan agak nekat beberapa minggu yang lalu.🙂

Di Tengah Savana Baluran *Pictured by Dhanu*

Bermula dari ketagihan pergi2 setelah pulang dari Pulau Sempu. Tak lama setelah kami pulang dari Sempu, si Allaq langsung searching tiket murah lagi entah kemana. Hehehe. Sebenarnya sempat terlontar dari mulut2 kami kalo pengen ke Baluran. Yep, begitu mendengar namanya yang aneh saya langsung googling, tempat apaan tuh? Oooh.. ternyata … hmmm Amazing! Gak nyesel memutuskan kesana… hihihi terlebih lagi kami musti colong2an agak terengah2 karena Cuma dua hari doang kesana, itu pun dengan kerjaan di Hari Jumat yang biasanya numpuk gak karuan. But well, God still love us. Kami nyampe juga ke Baluran. Yippie!!!

Bird Watching di Baluran *Pictured by Dhanu*

Terbang dengan tiket Promo jumat malam (delay setengah jam), begitu tiba di Surabaya, seperti biasa kami bermalam di rumah si Om Allaq. Sebelum tidur kami menyepakati harus berangkat sebelum matahari terbit. Deal! Untunglah kami punya Dhanu, berhubung  saya dan Dita yang suka tidur ala kebo pasti bakal susah Bangun duluan :p dibanding kami bertiga, Dhanu paling bisa Bangun pagi dengan sendirinya.

Dengan mobil avanzanya si Allaq kami berangkat jam 5 pagi tet! Yosh! Belum siang2 amat. Perjalanan darat Surabaya-Baluran menempuh waktu sekitar 5-6 Jam. Jalur yang ditempuh Surabaya-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi. Yes Dude! It’s a long journey *lebai*. Perjalanan darat cukup menyenangkan, sempat melewati pantai pasir Putih, kemudian melewati PLTU paiton, PLTU yang selama ini cuma bisa saya baca dan sentuh dalam konteks kerjaan di kantor. Ternyata sempat bikin kami rada “nggumun”. Well PLTU Paiton yang saya pikir kecil ternyata kalo dilihat gede juga…hehehe.

Menjelang dhuhur, setelah melewati Alas Baluran, kami sampai juga di Pintu masuknya. Yippie!!!  Oia siapkan kocek 2.500 Rupiah sahaja teman buat tiket masuknya per orang dan 6.000 rupiah buat masuk mobil.

Dhanu-Dita-Saya-Allaq, para Penekat di Savana Bekol

Di sana kami sengaja booking penginapan jauh2 hari sebelumnya. Ada dua pos besar di Baluran (Selain pos di Pintu Masuknya ya), di area Bekol (Wich is savanna Bekol) sama di Bama (Pantai Bama), masing-masing lokasi ada 2-3 cottage. semuanya cukup bagus, tapi kami memilih ambil penginepan di Pantai Bama pas didepan pantai, secara ya basah2an lebih enak kalo tempat bongkar2 nya deket. FYI, Penginapan di Baluran, Rate kamarnya +75.000/orang atau ada juga yang bisa sewa satu rumah/cottage berkisar 300.000an per cottagenya. Rumah yang kami tempati cukup bagus, ada ruang tengah yang luas dan dua kamar tidur yang gede juga dengan 2 kipas angin tapi gak ada tv, oia ada satu kamar mandi dalam juga. Kalo siang listriknya mati, karena disini pakenya surya cell, jadi siang dikumpulin dulu tu listriknya baru malemnya bisa buat nyalain lampu dan sebagainya. Jadi siap2 charge full baterei sebelum berangkat, karna kalo siang ndak bakal bisa ngecharge disini. oia, untuk makan, disarankan bawa aja dari rumah atau beli pas di kota, karena di Bama ada warung tapi makananya terbatas. selama 2 hari kami cuma makan mie, malamnya makan biskuit yang kami beli di Surabaya -____-, jadi saran kami banyak-banyak bawa roti dan semacamnya serta air minum mineral yang buanyak.

Sunrise at Pantai Bama. What a wonderfull life... *Pictured by Dhanu*

Di Baluran ada 3 pos, Pos Masuk-Bekol-Bama. Jarak dari Pos masuk ke Bekol kurang lebih 12 kilo dengan jalanan tanah yang kadang gak rata. Sepanjang jalan silakan menikmati hutan, savanna dan hewan2 liar berkeliaran. So worth it banget lah. Hari pertama kami ketemu banyak monyet (eh sumpeh monyetnya banyak banget…) kemudian mengendap2 ketika ketemu ayam hutan (beda lho ayam hutan tuh..bulunya lebih mengkilat dan jambulnya berwarna), ketemu beberapa burung dan hewan liar. Jangan kaget ya.. rusa bakal berkeliaran diamana-mana, monyet, berbagai macam burung-burungan juga. Kalau beruntung bisa ketemu macan (tapi hampir gak mungkin banget yak macan ngedeketin lahan terbuka), atau kalau malam bisa meet&Great babi hutan dan banteng. Menantang sekaleee. Puncaknya adalah ketika kami ketemu burung Merak. Meskipun bentuknya masih sama kayak Merak2 di Kebun Binatang, tapi tetep aja sensasinya beda… kejar2an gitu loh..dan kami baru tau kalo burung merak itu jalannya bukan jalan kayak ayam, tapi lompat-lompat kayak kelinci.. hihihihihi :p

Ini Ngambil gambar Merak nya jarak jauuuh... *pictured by Dhanu*

Hari kedua kami habiskan khusus buat laut.. Yup, kami mau snorkling dan canoeing.. Yippie! di Pantai Bama terdapat pos penyewaan alat snorkling, diving, perahu motor maupun cano. berhubung kami gak bisa diving padahal mupeng berat, kami berencana snorkling dan canoeing saja. Untuk sewa alat snorkling kena tarif Rp. 30.000/sepuasnya *hehehehe, sebenarnya sih ada itungan jam nya, berhubung mas penjaga posnya baek, dan wisatawan lagi sepi (cuman ada beberapa bule), jadilah kami dipinjami sepuasnya*, untuk sewa kano dikenai Rp. 25.000/sepuasnya *copy paste keterangan atas aja, hehehhe😆 *

Pantai Bama

Snorkling di laut Bama tak sebagus kalo diving. Beberapa tahun yang lalu kakak saya kebetulan ada yang ikut rombongan unit selam laut UGM. Kebetulan, UGM punya proyek penanaman terumbu karang disana. liat foto2 kakak saya itu saya mupeng berat… jelas sekali berbagai jenis ikan dan karang warna warni mirip di tv discovery channel ada disana. apa daya saya belum bisa nyelem.. huks. Selama snorkling banyak betul ditemui timun laut alias teripang. Sumpah saya geli banget ngliatnya, kayak timun tapi item nempel di dasar laut gitu, hhhiiiiiiiiiiiiiy..kayak lintah raksasa. Di pantai dangkalnya juga banyak jenis biota laut, banyak juga ikan2 kecil macam schoolfish berkeliaran. Yang bikin kaget pas ketemu ubur2 selebar muka saya. Gubrak deh panik megap-megap sayanya, takut kena sengat, spontan saya berenang panik, padahal sebenarnya berdiripun bisa heheheh *secara laut dangkalnya cuma sampai sebahu saya, heheheh*. Capek snorkling, kami maen kano. Seruu, tapi ngabisin tenaga banget, bener2 olahraga tangan, berasa banget tangan keker habis main kano.

Well, overall kunjungan ke Baluran cukup menyenangkan. so worth it dengan budget mepet yang kami keluarkan hehehe. lain kali kami pengen kesana lagi, mungkin mencoba spot lain yang belum kami tahu, seperti hutan bakau dan tracking ke gunung bekol. hmm semoga.

Sunrise!! *Pictured by Dhanu*

*cring-cring Jakarta-Baluran :

1. Tiket Jakarta-Surabaya (PP) Promo @ Rp. 800.000,- (Citilink)

2. Bensin dari Surabaya-Baluran (PP) Rp. 100.000,- (berempat, jadi @25.000)

3. Makan selama di Baluran (beli di warung pantai cuma ada mie instan.. hiks) 2 hari @Rp. 50.000,-

4. Sewa Tempat nginep @Rp. 75.000,-

5. Sewa alat snorkeling (30.000×4) dan Cano(25.000×2) @Rp. 42.500,-

6. Makan siang sepulang dari Baluran @30.000,-

7. Lain-lain @Rp. 50.000,- (beli camilan, tiket masuk dan sebagainya)

Total per orang Rp. 1.072.500,- (kalo non tiket -Rp.800.000,- maka @Rp. 272.500,-)

8 thoughts on “Baluran, Africa Van Java

  1. mahal pindahan kesononya doang ya neng… bekpeker yg ga nelongso ya ini.. yg penting hepi.. sweet strawberry so nice story…

    • Alternatif perjalanan Jakarta-Surabaya selain pesawat bisa pake kereta (-/+ 12 jam perjalanan) untuk Tiket eksekutif range antara 250-300Ribuan, Tiket Bisnis 150-200Ribuan, Ekonomi 35-40Ribuan kali ya (correct me if im wrong yak🙂

      Untuk Bus, setahu saya tiket bus eksekutif masih berkisar di angka 200 Ribu, dengan waktu tempuh hmmm 15 jam kali ya…

      Surabaya-Banyuwangi bisa naek bus juga dari terminal Bungur, hasil googling tiket busnya 15-20 Ribuan.

      CMMIW😀

  2. nunggu musim kemarau, abis itu cuzz ke baluran😀 kepengen liat kumpulan kupu – kupu, kemaren pas lewat aja udah banyak nemu, apalagi didalem nanti😀

    • @Fahmi
      Kalo musim kemarau kering mas. Info dari petugas disana, better pas musim hujan , kelihatan hijaaaaaaaaaaaauuuu gitu. katanya sih.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s