Let`s wake Up!

Saya tersedak. Sejumput es krim yang barusan masuk ke mulut saya hampir menyembur keluar, sesaat setelah salah satu kawan baik saya yang siang itu makan es krim bareng mendadak bilang,” elo tuh, terlalu cengeng Fi”. Saya diam. dan Bengong. Diam saya, memang berarti saya menyetujuinya. Saya belum cerita apa-apa, dia udah aja gitu bilang gitu. Semacam cenayang. Saya baru berkedip, dia sudah duluan aja ngebaca pikiran saya. hehehehe. Saya melongo. Niatan saya untuk cerita panjang lebar kali tinggi sama si kawan saya itu pun hilang seketika. Alih-alih curhat, kata-kata temen saya itu seketika menghapus segala kesensisitifan saya sore itu.

Yes. I’m a drama queen. Saya bisa tiba-tiba mendadak merasa sedang ada di tengah sinetron yang saya ciptakan sendiri. Saya menghela nafas. Saya terlalu mudah menenggelamkan diri pada kesensitifan. Saya begitu mudah merasa I`m the saddest girl in the world.Padahal ya… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak itu akting! -___-

Baiklah, saya mendadak pengen nulis ini karena barusan ngebaca tweetnya mbak Asma Nadia. Bahwa ada begitu banyak hal di dunia ini yang membuat kita mudah merasa sedih. celakanya kita sendiri yang menyengajakan diri untuk sensitif. Sendirian, mellow. Gelap2, mellow. Laper, mellow. Haus , mellow. Kita suka lupa untuk bangun dan sadar bahwa pengendali bahagia kita ya kita sendiri. Kita yang punya kendali. Tapi Seringnya, kita malah bikin remote controll diri kita dan kita kasih gratis aja gitu buat orang lain, jadi tu orang suka-suka aja ganti channel hati kita. Mellow-mellow deh lo.😆 Sadarilah bahwa bukan kita orang tersedih di dunia. Sadarilah bahwa banyak hal di luar sana yang bisa kita lakukan selain meratapi kesensitifan kita.

Sensitif itu baik. Tapi kalo berlebihan jadi ndak baik. Mari belajar menahan diri. Setidaknya, beri kebahagiaan sejenak buat orang-orang yang sudah sering kita ganggu dengan keluh2an ala menyek2 kita. Beri mereka penghargaan dengan membiarkan mereka tenang sejenak untuk tidak mendengarkan cerita drama kita. hehehehe. Mencoba menahan diri untuk hanya mengatakan hal-hal yang informatif dan membahagiakan saja. Let`s try. Ini juga gak gampang buat saya. Ini susah. Tapi, ah saya harus Bangun. Saya selalu inget kata-kata temen saya, “Jangan suka ngeluh fi, nanti apa yang udah Tuhan kasih ke kamu diambil lagi loooh”

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s