Kekinian

Hari ini salah satu sahabat saya semasa ngampus dulu datang ke Jakarta. Setelah beberapa kali dia ke Jakarta akhirnya baru sekarang ketemu lagi. Terakhir kali lagi-lagi kami gak bisa ketemu lantaran tiap dia datang ke Jakarta, sayanya pas ada keperluan ke luar kota.

Banyak betul cerita baru seputar teman-teman saya yang lain yang saya dengar. Ada yang mengejutkan dan sekaligus membuat tertawa. Satu hal yang kami sadari bahwa waktu terasa cepat sekali berlalu, time flies. Dulu ketika kami masih kuliah, luntang-luntung dan gak tau bakal jadi apa. Sekarang seolah-olah dunia semakin nyata di depan mata kami. Bahwa dunia-oh ya jangan lupa, sepaket dengan permasalahannya- harus dihadapi, setidak mau apapun kita, harus dihadapi😆

Saya pun untuk kedua kalinya nonton lagi Film Negeri 5 Menara, karena kebetulan, teman saya itu belum nonton, dan pas seminarnya –agendanya ke Jakarta hari ini- sudah selesai, jadilah saya menemaninya  nonton. Saya tetap terkesan dengan film itu dan tetap haru di beberapa adegan, padahal toh saya sudah nonton. Ditambah lagi tadi Baban, sahabat saya itu sempat sesenggukan pas Adegan Baso harus pulang kampong mengurus neneknya dan betapa kelima sahabatnya yang lain sangat kehilangan. Ya, waktu tak bisa diulang, kenangan-kenangan dulu ketika bersama para sahabat pasti jadi kenangan tersendiri yang rasanya kalau bisa, waktu tidak usah lah beranjak. Tapi itu bukan hidup namanya, waktu terus bergulir, masa-masa indah memang selayaknya di simpan, tapi yang perlu diingat, saat bertemu momen-momen penting itu, entah dulu, sekarang atau entah kapan di masa depan, jangan lupa untuk menikmatinya. Mencurahkan seluruh focus hidup padanya, karena kita tidak tahu kapan akan menemukan momen seperti itu. Nikmati kekinian, nikmati apa yang ada depan, apa yang ada sekarang dinikmati.

Ah, kenapa malam-malam saya jadi meloow sendiri. Saya jadi ingat salah satu sahabat saya yang lain, yang selalu mengingatkan saya –dan tidak pernah bosan- betapa beruntungnya saya. Betapa baiknya Tuhan telah mencurahkan segala yang katanya nikmat-nikmat itu ke saya. Terkadang saya kesal, karena rasanya saya kok jadi gak boleh mengeluh, tiap mau cerita keluhan sedikit, saya sudah diomelin habis-habisan, eh tapi ternyata memang betul. Memang sebenarnya tidak ada alasan untuk mengeluh, yang harus saya lakukan adalah memaksa diri saya sendiri untuk selalu menikmati kekinian, apa yang sekarang dilewati, dijalani, karena apa yang terjadi sekarang sungguh semata-mata karena Tuhan berkehendak.

Terima Kasih para teman. Untuk tetap mengingatkan saya🙂

*wwweeeeww… ini saya posting apa toh ini?* hihihihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s