Sementara Itu Pada Suatu Senin Pagi

Rasanya memang susah betul untuk tidak menggalau. Bukan galau sih sebenarnya, hanya saja sedang belum bisa memberi penegasan pada hati. kalau saja hati ini semacam disposisi Memo dari Manager yang bisa segera dibuat surat penegasannya, bisa jadi galaunya bisa selesai sampai disini. Tapi hati ini bukan secarik kertas Memo, atau semacam surat elektronik yang bisa langsung dibikin tindak lanjutnya.

Belum cukup rasanya meminta maaf, jikalau ada kejadian buruk yang menimpa seseorang dan kabar buruknya kita terlibat dalam upaya menjadikan kejadian buruk itu. Waktu tak bisa kembali. Pada akhirnya masa sekarang hanyalah menyisakan kenangan baik dan buruk di masa lalu. Kita tak seharusnya meminta Tuhan menambah waktu lebih panjang manakala kita sedang bahagia, dan, tak seharusnya pula kita meminta Tuhan mempersingkat waktu manakala kita sedang tidak bahagia. Semua nya harus ditelan, yang sudah terjadi harus dibungkus rapi dan sudah menjadi hak milik kita. Kenyataanya kita hidup di masa sekarang, bolehlah kita mengingat-ngingat kejadian bahagia di masa lalu, tapi toh itu tak bisa kembali sama halnya ketika kita selalu mengingat-ngingat kejadian buruk. buat apa.

Meminta pada Tuhan, supaya kita selalu diberi hati yang luar biasa ajaib sehingga kita bisa menikmati setiap pergantian momen yang kita alami. Semuanya.

Selamat Pagi Teman, selamat beraktivitas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s