Perahu Kertas -edisi sendiri-

Film ini bagus. Saya belum baca novelnya. Tapi dasar yang bikin ni pilem pake di bikin 2 part saya jadi penasaran baca bukunya *bikin agenda besok siang ke perpus kantor* hihihihi. Bukan bermaksud lebai, tapi ini salah satu film Indonesia yang dapat predikat “bagus” dari saya *drum roolllll* #haNjukNgopo :p jarang-jarang saya nonton Film Indonesia di Bioskop. Sendirian Pula. Bagi saya, nonton sendirian berarti tu film harus worth it banget. Siapa coba yang mau ngebela2in nonton sendirian kalo tu film gak bener2 bagus :p dan Perahu Kertas ini cukup membuat saya sakau penasaran. Seingat saya film yang saya bela2in nonton sendirian adalah Transformer-3, Batman The Dark Knight Rises sama si Perahu Kertas ini🙂

Perahu Kertas -wallpaper taken from here

Tanpa bermaksud spoiler -toh saya belum baca bukuny- ini film berkisah tentang Kugy dan Keenan, tokoh utamanya yang merupakan sahabat, bersama Noni dan cowoknya (lupa namanya). Garis besarnya sih how to be your self, percaya pada mimpi2mu dan tak lelah mewujudkan impian kita. Film ini bagus. didukung kualitas gambar dan suara yang menurut saya boleh lah. Di tambah lagi si tokoh Kugy ini pas banget plus settingan ceritanya di tahun 1999-2004 yang sangat-sangat disesuaikan. Jempol deh buat film ini. Gara-gara film ini saya jadi kangen berkhayal2 lagi, kangen nulis2 di lembaran kertas lucu2. Dan mendadak teringat kumpulan tulisan saya di laptop T___T yang ikut raib bersamaan dengan hilangnya si lepi.. hiiiiiiiiiiiiiiikkss… ratusan halaman itu.. ah, sudahlah. Selama jari ini masih lincah bergerak, tidak ada alasan untuk tidak menulis. Termasuk menuliskan kembali tulisan2 yang hilang. Sebetulnya pula, tulisan2 saya itu tidak hilang kok, hanya sekarang menyatu dengan semesta😀

Besok mau minjem novel ini di perpus kantor ah. Hasil Penelusuran TKP ada 444 halaman yang bisa dijelajahi. Gak sabar segera baca deh. Ngomong2 kartu perpus saya kemana ya? *buka2 laci*

One thought on “Perahu Kertas -edisi sendiri-

  1. Fie, temenku juga tergila-gila sama film ini. Sampe2 itu di pabrik muter soundtracknya terus. Btw, ini yang ngebikin pelem sama yang nulis bukunya sama-sama si Dee kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s