(is there any beach) as Turquoise as Papuma Beach (?)

Pantai Papuma Jember dari atas🙂

Jujur. Saya tau Indonesia punya pantai ini dari kawan saya yang asli Surabaya. Saya ingat betul kejadiannya, tepat setahun yang lalu dia bercerita habis nyetir capek dari Surabaya ke Pantai Papuma Jember. Saya waktu itu Cuma Tanya,”Bagus gak?” dan dia Cuma manggut2 sambil nunjukin fotonya di Papuma lewat BBM. Waktu itu fotonya burem dan saya tidak terlalu tertarik ke sana. Saya Cuma bilang sambil melengos, “iya deh ntar kalo kapan-kapan ke Jember, aku ke Papuma”. Eh lha dalah, ternyata kejadian. Kami ke Papuma Jendral! Saya, Dhanu dan Allaq . Ke Pantai Papuma ini adalah serangkaian perjalanan kami menuju Kawah Ijen. Berangkat jam 6 pagi dari Surabaya, kali ini disupiri oleh Allaq. Perjalanan memakan waktu 6 jam menuju Jember (buseeet…). Kami semua memang belum pernah ke Papuma sebelumnya. Jadilah google map dan GPS bak menjadi ibu peri bagi kami. Fully depend on those two things😀 toh kalopun nyasar gampang saja kami bilang, “aaaah GPSnya nih gak beneeeeer, payaaaaah” xixixixi :p

Pantai Papuma Jember🙂

Payahnya lagi adalah, meskipun GPS ini sangat banyak membantu, tapi keterbatasan informasi mengenai availabilitas jalan, sangatlah menghambat perjalanan. Diawali dengan si Allaq ngotot ngikutin rute yang ditunjukin GPS, sementara Dhanu bingung karena harus melewati jalan bebatuan, masuk sawah dan kampung dan berakhir bertemu sungai. Trus kita kudu berenang bawa mobil ke seberang gituh??😆 belum berhenti sampai disitu, kami ditunjukan jalan alternatif nyebrang sungai oleh si GPS , dasar si Allaq ini gadget freak, dia masih ngotot ngikutin tu GPS, bertemulah kami dengan jembatan jalan setapak buat nyebrang kali anak-anak SD. Trus menurut loh kita panggul aja nih mobil nyebrang?😆 kesimpulannya, bertanya pada penduduk sekitar adalah cara yang paling jitu!😀

di Jalan, kami sempat berhenti di sebuah hutan jati. Pepohonan jati yang meranggas berpadu dengan birunya langit seolah-olah memaksa kami untuk berhenti sejenak dan memanjakan mata.

Hutan Jati, Papuma, Jember – dimana pepohonan kering tak pernah seindah ini😉

Setelah melewati bukit dan jalan berkelok-kelok dan disuguhi pemandangan pegunungan dengan hutan yang kering kerontang ( berhubung masih musim kemarau), sampailah kami di Pantai Papuma Jember. dan “wow” so blueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee :-*

Pantai Papuma Jember, memanjakan mata dengan warna turquoise lautnya dan putihnya pasir

Meskipun cuaca cukup panas (nyampe pantai pas jam 12 siang cyiiin), tapi saya tak bisa mengalihkan pandangan mata saya melihat birunya laut berpadu dengan birunya langit dan kontras dengan pasri putihnya. Benar-benar pemandangan yang luar biasa :’) Di hamparan pantai berjejer kapal-kapal nelayan yang parkir. ditambatkan pada tali segede gaban di pinggir pantai, karena ombak, tali-tali ini sesekali naik turun di atas pasir pantai. Iseng, satu dua kali saya lompat tali sama si tali, padahal adegan ini cukup berbahaya, kalo gak kejegal ya bakal ketimpuk tu tali :-p.

Mengarahkan pandangan ke arah kiri, saya mlongo melihat ada bebatuan tinggi yang terkikis. bagus deh. sebenarnya wilayah situ, gak boleh dikunjungin (ada tulisan dilarang ke situ). Tapi berhubung ini musim kemarau dan siang bolong, air laut lagi surut-surunya, maki kami santai saja melangkah ke sana. ternyata di sisi karang ini banyak sekali ditemukan ikan-ikan kecil semacam ikan hias yang lucu2, kepiting2 dengan tampang mirip kepiting preman (hitam), ubur-ubur nyangkut atau ganggang-ganggang cantik berwarna-warni. Subhanallah…

Sisi Lain Pantai Papuma, di seberang batu ini, ada pantai juga namun pasirnya bukan pasir putih, melainkan pasir hitam

Di sisi yang lain, ada batu-batu besar yang gak kalah cantik….❤

Batu-batu besar semacam ini, berjejer cantik di Pantai Papuma. *model gratis oleh Allaq dan Dhanu*

Belum lagi sisi lain pantai Papuma yang bersentuhan langsung dengan Samudera Indonesia. Ombak lebih besar dan sesnsasinya lebih ngeri… :-p

Sisi Pantai yang bersentuhan langsung dengan Samudera Indonesia

Selesai berpuas memanjakan mata di sini, kami menepi sebentar untuk minum kelapa muda (slrrruuuup), per batoknya kena Rp. 7.000,- . Oia, untuk masuk ke Pantai Papuma dikenakan tiket @orang Rp. 7.000,- dan parkir mobil Rp. 3.000,-.
Selesai melepas dahaga, kami mampir mushola untuk sholat Dhuhur-Jama` dengan Ashar. Ternyata mushola ini satu komplek dengan kantor Pantai dan penginapan. di sisi penginapan ada outbond and camping zone. Jadi kalo mau ke sini rame-rame atau rombongan, bisa juga jauh-jauh hari booking penginapan. Seru kayaknya.🙂 Sayangnya kami harus segera bergegas menuju gunung Ijen, Point utama dari rangkaian perjalanan ala ngebolang kami🙂

See u on the next post yak😉

*draft ditulis di Surabaya, disempurnakan di Jakarta*

6 thoughts on “(is there any beach) as Turquoise as Papuma Beach (?)

  1. Pingback: Tracking To Ijen Crater « [theklek]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s