Trip Sumatera Barat (4) – Pulau Semangki yang Membuat Jatuh Hati

Sebenarnya, pada perjalanan kami hari sebelumnya, kami rada alot berdebat di mobil perihal kemana tujuan kami di hari ke empat trip Sumbar. Setelah 3 hari muter2 Pulau Pagang-Padang-Bukittinggi-Payakumbuh-Solok, kami jadi agak bingung menentukan kemana tujuan terakhir kami di Sumatera Barat. 3 hari perjalanan kemarin kami jadi tahu bahwa di Sumatera Barat itu kemana-mana jauh, artinya kami harus menghitung waktu perjalanan dengan sebaik2nya di hari terakhir, berhubung pesawat Budi kembali ke Medan jam 6 sore dan pesawat kami ke jakarta jam 9 malam nya, dengan kata lain kami ndak bisa lama-lama dan terlalu jauh dalam menentukan tujuan trip di hari ke-empat. Saya cukup netral, mau diajak ke gunung lagi oke, ke pantai lagi oke. Budi lain lagi, doi kayaknya doyan bener berenang, jadinya dengan semangat perjuangan 45 ngajakin ke pantai (lagi). si Om Allaq pun mengiyakan. Yang jadi masalah adalah di Padang ini kalo mau cari pantai bagus harus jauh2 dari kota Padang, atau nyebrang pulau sekalian kayak ke Pulau Pagang kemarin, tapi gak mungkin dong ke Pulau Pagang lagi (meskipun ayuk aja ke sana lagi, hihihi), selain jauh, juga mahal nyewa kapalnya, hehehe :lol:  Lama diskusi agak alot, Mas Robi, driver, mendadak bak Tong SamCong membawa pencerahan ke Barat😛 dari Mas Robi kami tau ada satu destinasi lagi yang patut dicoba. Pantai Carocok, letaknya sekitar 2-3 Jam dari Padang. Kami pun mulai berseri2 gak sabar. Tapi yang bikin kami makin bersemangat bukan Carocoknya, tapiiii kami mau nyebrang lagi ke sebuah Pulau entah Pulau apa dari Pantai Carocok. Yang ini beneran kami ndak tau ada Pulau apa di sana, yang penting nyampe Carocok, nyebrang!!😆

Pantai Carocok, Padang

Pantai Carocok, Padang

Perjalanan ke Pantai Carocok, ternyata beneran cukup jauh. kami ampe tidur, bangun, bcanda2, tidur lagi, bangun lagi. Hehehee. Tapi ya inilah seninya perjalanan, tetap dinikmati dan hepi! namanya juga liburan! Nyampe Carocok, kami disambut bongkahan batu-batu besar di pinggir pantai. Batu-Batu segede2 gaban yang diambil dari gunung ini dipake untuk memecah ombak. Maklumlah Pantai barat Padang langsung menuju laut samudera Hindia🙂 so Pasti ombaknya gede-gede. di Pantai Carocok, dengan sok pede Dita dan saya mencoba bernegosiasi dengan nelayan setempat buat nyebrang. Jadi ternyata di Pantai Carocok ini ada sebuah pulau kecil yang kalo nyebrang cuma butuh waktu 10 menit dan tarifnya Rp. 5.000,-/orang sekali jalan. Tapi, bukaaan.. kami bukan mau ke pulau yang itu, karena tentu saja dengan transport fee (yaieelaah transport fee😆 ) yang cukup terjangkau sudah pasti pulau itu bakalan rame kayak cendol di hari libur. Indak, indak, kami indak  mau ke pulau iko. Saya dan Dita pun bertanya pada salah satu nelayan, bisakah kami menyewa kapal untuk ke pulau yang sana… ituu.. yang kelihatan jauh. “Pulau yang mana kak?” ucap si nelayan setengah baya dengan agak berteriak. “ke yang sana itu Pak,” *saya dan Dita asal aja tunjuk pulau yang agak jauh, padahal kami ndak tau itu pulau bisa dikunjungi ndak😆 * “Oooh, Pulau Semangki. Bisa kak, bagus itu kak pulaunya, pasirnya putih, lautnya biru, banyak kucing”. Saat mengatakan kata-kata kucing, tentu yang terpikir di otak saya dan Dita adalah, haaaah? ada kucing di Pulau tengah laut sana?? seriuus Loooh??  Seperti membaca pikiran kami, si bapak nelayan kembali mengulang, “iya kak ada kucing banyak disana” sambil jari jari tangannya membentuk sebuah bentuk kecil dan menunjuk-nunjuk pasir. “Kucing itu apa Pak?” Dita mewakili pertanyaan saya juga, dimana kami masih mendiskripsikan kucing adalah hewan berbulu, berkaki empat yang suka mencuri ikan asin di kosan dan eek serta pipis sembarangan. “Itu kak.. kayak keong yang bisa jalan…” ooowaaaalaaaaah… ternyata kucing yang dimaksud tuh umang-umang toh. hihihihi.

Pulau di Seberang Pantai Carocok, cukup Rp. 10.000,-/PP tapi kami cuma lewat doang.. :lol:

Pulau di Seberang Pantai Carocok, cukup Rp. 10.000,-/PP tapi kami gak kesitu kok, cuma lewat doang..😆

Nego-Nego, dari semula pak nelayan menawarkan harga Rp. 500.000 untuk satu kapalnya, akhirnya deal didapat di harga Rp.400.000,- per satu kapal. Dengan syarat kami ditungguin selama di pulau dan bisa sepuasnya mau pulang balik kapan saja. Asyyiiiiik. Buru-buru kami lalu menghabiskan sarapan mie rebus yang kami pesan di warung pinggir pantai. Berhubung dari kemarin sudah ngidam mie rebus pake cabe potong sekaligus kami belum sarapan juga. Eh lah, ternyata dasar di Padang ya, Mie Rebus nya pun sudah di modif menjadi mie rebus ala Padang.😆 jadi di dalam mienya di kasih sambel merah kayak rendang, di kasih bubuk merah cabe dan kerupuk merah kecil-kecil. Rancak Bana!! hihihih. Padang.. Padang! Kulinernya memang indak ado matinyo.

Mie Rebus ala Padang :lol:

Mie Rebus ala Padang😆

Kami pun menyebrang dengan penuh sukacita…😆 and here we go… Pulau Semangki🙂

Menyebrang... :-) daripada mabok, mari tiduuur :lol:

Menyebrang…🙂 daripada mabok cinta laut, mari tiduuur😆

Pulau Semangki Kecil terlihat dari Semangki Besar :-)

Pulau Semangki Kecil terlihat dari Semangki Besar🙂

Bagus ya? dan yang bikin mata saya terbelalak adalah, dari ujung pulau Semangki (yang selanjutnya disebut sebagai Semangki besar) bisa terlihat Pulau Semangki kecil. Dari Pantai bisa liat Pantai. Subhanallah… Warna Lautnya yang gradasi pasir putih-biru muda-toska-biru gelap pun benar-benar memanjakan mata. Saya pun buru-buru berenang di salah satu bibir pantai yang menghadap Pulau Semangki Kecil, gak berhenti mengedipkan mata karena serasa punya kolam raksasa pribadi dengan pemandangan spektakuler! AllahuAkbar. Sementara Dita, Allaq, Budi dan Dhanu masih sibuk menata barang bawaan kami di salah satu pohon teduh di tepi Pulau. Oia, saat kami tiba di pulau ini bener-bener cuman ada kami berlima saja. Benar-benar private island, berasa Pulau nya punya kita sendiri , hihihihi.

Pulau Semangki saat surut - Markas kami di Pulau Semangki :lol:

Pulau Semangki saat surut – Markas kami di Pulau Semangki😆

Pulau Pribadi *maunya sih gituu* :-P

Pulau Pribadi *maunya sih gituu*😛

Bukti Otentik saya bisa ngambang! :lol:

Bukti Otentik saya bisa ngambang!😆

Pose Standard kalo lagi di Pantai :lol:

Pose Standard kalo lagi di Pantai😆

Budi dan Dhanu pun turut bergabung berenang di laut setelah puas jeprat-jepret foto di beberapa titik pulau. Menyusul Dita dan Allaq. Dibandingkan dengan Pulau Pagang, Pulau Semangki memang masih kalah untuk hal keindahan bawah lautnya. Kami nggak bisa snorkling di sini, karena jarang sekali karangnya, tapi serunya kami bisa berenang sepuasnya karena ada satu sisi pulau yang benar-benar cuma pasir dasar lautnya. Luar Biasa! kami lalu mulai lomba berenang, lomba lama-lama an ngambang, lomba lama-lama an tahan nafas, lalu lama-lama an duduk di pasir di bawah laut. hihihihi. lucuk! Seperti biasa, semua gaya berenang sudah kami coba, lompat2an juga ampe jelek pokoknya. Bosan? tentu tidaaaak😀

iyaaaak!! jepreet!!

iyaaaak!! jepreet!!

Menjelang agak siang, kami “mentas”. ternyata begitu masuk jam 12 siang, laut surut, benar-benar surut, dan terlihatlah di salah satu bibir pantai yang lain, karang-karang dangkal yang mulai ditinggalkan air laut. Subhanallah, Indah! beberapa ikan hias kecil-kecil terjebak di karang-karang tersebut, mereka agaknya ketinggalan arus laut saat menyusut. hihihi, mereka cuma bisa berenang di air kubangan karang gitu.😆 lucuk!

Surganya Umang-Umang

Surganya Umang-Umang

Aaah… semua gaya foto sudah, semua gaya berenang sudah, tidur-tiduran di pantai pun sudah. Dita dan Allaq bahkan sempat-sempatnya bikin benteng pasir buat umang-umang😆 bener2 liburan deh kami.

Kocomotone Sopo iki? :p

Kocomotone Sopo iki?😛

Sudah capek, waktunya menyebrang kembali…🙂

Mari Pulaaang... :-)

Mari Pulaaang…🙂

Gulai Kepala Ikan, Bungus

Gulai Kepala Ikan, Bungus

Nyampe di Carocok, melewati Teluk Kabung menuju Bungus, kami sempatkan makan siang Gulai Kepala Ikan. Lupa nama tempatnya apa. eh ya.. Subhanallah, AllahuAkbar!! itu kepala Ikan enak sumpaaaaaah… mana tempat makanya ada di pinggir sawah lagi. MakNyuss lah!😆 Sorenya kami buru-buru Ke Bandara. Takut Budi ketinggalan Pesawat ke Medan. Before leaving Padang, kami ketemu sama Uki, si pemilik mobil yang mobilnya kami culik selama 4 hari jalan-jalan di Sumatera Barat. Terima Kasih Uki atas mobilnya, terima kasih Deff atas tumpangan rumahnya.🙂

Kapan Kita Kemana

Tas dan Snorkle nya Dhanu, Kamera dan Celana Jeans nya Budi, Sandal Jepit saya😆

Untuk foto-foto kami yang lain selama di Sumatera Barat sila klik albumnya Dhanu di sini . Big Thx Budi dan Dhanu untuk foto-fotonya… :-) Sampai Bertemu pada trip berikutnya😆 Salam Jalan-Jalan😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s