Kesal

Kemarin saya kesal bukan main. Rasanya pengen marah dan ngamuk, tapi berhubung sendirian naik motor, mau marah sama siapa coba? So, I tried to smile as big as I can. Smile ya, bukan ketawa.

Dan, ya.. itu cukup meredam kemarahan saya. Setelah tersenyum lebar, coba pelan-pelan Istighfar. Kadang kala (dan seringnya) marah itu timbul karena kita menyilahkan perasaan “lebai” dalam mendramatisir suatu masalah๐Ÿ™‚

(Syarh Hadits Ke-16 Arbain anNawawiyyah)

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุฃูŽูˆู’ุตูู†ููŠุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ ููŽุฑูŽุฏู‘ูŽุฏูŽ ู…ูุฑูŽุงุฑุงู‹ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ุงูŽ ุชูŽุบู’ุถูŽุจู’ [ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam: โ€œBerilah wasiat kepadakuโ€. Sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam: โ€œJanganlah engkau marahโ€. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: โ€œJanganlah engkau marahโ€.(HR. al-Bukhari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s