Memasak, Berkebun dan Harapan

Alhamdulillah, penyakit malas menulis saya Resmi (diusahakan.,ehem) diputus sampai disini. Sudah terlalu lama saya gak nulis, sampai Athar udah bisa bilang Bunda dengan intonasi tepat, saya tetep aja males nulis kemarin-kemarin. Yak, mari kita akhiri kutukan ini.

Ini bulan Oktober, Athar sebentar lagi umur 2 tahun (Desember lebih tepatnya), Arza umur 7 bulan. Akhir-akhir ini saya lagi doyan banget masak dan berkebun. Suami saya mulai mau lari pagi dan lagi menimbang2 keinginannya untuk bersepada, and I support it 100%!!

Kembali ke hobi baru saya tadi, lagi suka masak, seadanya saya bisa masak. Gak peduli rasanya. Lagi pengen pizza bikin pizza meskipun bawahnya gosong dan pizza nya pun ludes dimakan suami. Pengen bikin kue cubit ya bikin kue cubit, sampai coklatnya habis dicomotin Athar dan tersisa kue yang gak ada topping coklatnya. Haha. Alhasil sekarang saya selalu menantikan weekend karena pengen buru2 bikin masakan baru, pengen nyobain resep baru. Memasak lalu menjadi pelarian saya dari kepenatan. Senin-Jumat berangkat habis shubuh pulang hampir magrib, sekuat tenaga tetap bermain sama Athar di malam hari, momong adeknya dan ngelonin mereka berdua sampai tidur. I`m working mom, tapi tetep mau jadi orang yang pertama di cari anak-anak saya nantinya.  And i`m happy with that.

 

Lalu hobi berkebun. Awalnya niatan supaya tanah depan rumah gak sepi aja, kesian kalau tanahnya sendirian, sunyi sepi sendiri ala jomblo. Jadilah mulai nanam yang gampang2, baca bukunya Athar katanya nanem serei bikin nyamuk kabur, jadilah besoknya pas ke pasar beli serai 2 ribu udah dapat buanyak. Dipikir yang jual saya mau punya hajatan masak2 gitu, gak tahu aja doi ini sere mau ditanam semua, hahaha. Trus, kata tetangga nanem papaya gampang, jadilah nyebar biji, lalu mulai nytek sirih gading yang memang mengembangbiakkannya gampang buangeet. Ditaro air aja doi hidup coi. Hebat! Sirih gading ini katanya termasuk tanaman yang menyaring udara/polusi dengan baik.

Satu hari, gak sengaja nonton masterchef junior US, pas episode bikin chicken steak mushroom pake daun thyme. Ngliatnya ngileeer..pengen bikin…nyari daun thyme di pasar gak ada, di swalayan mahal…jadinya…malah beli tanaman hidupnya lengkap sama tanah dan potnya, hehehehe. Dan karena gak mau rugi ongkir karena beli online, beli juga temen2nya, oregano, rosemary, basil. Yak! Resmi belajar bikin steak.😀 *dan sampai tulisan ini dimuat masih sebatas niat*

Jadi tiap weekend sekarang kerjaanya pagi berkebun, siang masak2an. Saya senang, semua kenyang!😀

Beberapa resep (awur2an) ala saya sudah di upload di cookpad ya, cari aja user nya Afifah Rahmawati. Jangan lupa berdoa dulu sebelum mempraktekannya. Bukan, bukan karena khawatir kenapa2 kok, Cuma memang sebelum apapun kita harus berdoa bukan? Hehehe.

Dan akhirnya postingan ini saya akhiri dengan harapan. Harapan saya pengen lanjot kuliah lagi. Pengen punya bisnis. Pengen nglunasin Utang. Pengen ke luar negeri.

Sekian.

Jakarta, 27 Oktober 2016

3 thoughts on “Memasak, Berkebun dan Harapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s